Selasa, 20 Jan 2026
  • VISI MAN 1 LAMONGAN : "MADRASAH UNGGUL DALAM PRESTASI, TERAMPIL, BERAKHLAKUL KARIMAH DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN”

Peringatan Hari Guru Nasional 2025, MAN 1 Lamongan Wujudkan Penghormatan melalui Selebrasi Apresiatif

Share Agar Bermanfaat!!

Lamongan — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 tahun 2025 yang digelar di halaman utama MAN 1 Lamongan pada Selasa, 25 November 2025 berlangsung khidmat, tertib, dan sarat akan makna. Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, serta pegawai di lingkungan madrasah. Seluruh peserta tampak antusias dan kompak mengenakan seragam abu-abu dan atribut PGRI sebagai simbol penghormatan dan peringatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 tahun 2025.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Drs. H. Khoirul Anam, M.Ag, menyampaikan pesan mendalam mengenai peran guru sebagai pilar peradaban. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, keikhlasan, dan pengabdian para guru dalam mendampingi, membina serta membimbing generasi penerus bangsa.

Lebih lanjut, ia berpesan agar guru tidak hanya berkarya di balik ruang kelas, tetapi lebih luas bisa memanfaatkan teknologi dalam menginspirasi di dunia pendidikan. Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan karakter positif sebagai bentuk penghargaan dan bakti kepada guru. “Guru adalah lentera yang tidak pernah padam, dan cahaya itu akan abadi sepanjang kita menghargai ilmu dan kebaikan,” ujarnya.

Momentum peringatan HGN tahun ini terasa sangat istimewa dengan dilaksanakannya pemberian reward kepada guru-guru berprestasi dalam berbagai kategori. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus berkarya dan menginspirasi baik bagi peserta didik maupun bagi sesama teman sejawat.

Penghargaan diberikan kepada para pendidik yang selama ini menghadirkan keteladanan terbaik di madrasah. Mereka adalah sosok-sosok istimewa yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dengan hati.

Penghargaan tersebut dianugerahkan kepada:
• Ibu Eva Dina Rahmawati, S.Pd sebagai Guru Inspiratif, atas dedikasi dan kiprahnya yang selalu mampu menyalakan motivasi belajar peserta didik.
• Ibu Eva Lailatul Qodriyah, S.Pd sebagai Guru Inovatif, karena kreativitasnya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan penuh terobosan.
• Bapak Marzuki, S.Pd sebagai Guru Disiplin, yang senantiasa menunjukkan keteguhan komitmen dan konsistensi menjadi teladan kedisiplinan.
• Ibu Arini Husnayain, S.Pd sebagai Guru Bersahaja, yang mengajarkan arti kesederhanaan melalui tutur lembut dan ketulusan sikap.
• Ibu Robithotul Muhaimin, S.Ag sebagai Guru Ramah dan Menyenangkan, berkat aura positif dan kehangatannya yang membuat peserta didik merasa dihargai dan nyaman belajar.

Usai sesi penghargaan, suasana upacara perlahan berubah menjadi lebih emosional. Peserta didik kelas XII mengambil alih kegiatan untuk memimpin selebrasi Peringatan Hari Guru, yang telah dirancang secara khusus sebagai persembahan kejutan untuk seluruh guru di lingkungan MAN 1 Lamongan. Pembacaan puisi mengalun syahdu, menggugah kenangan tentang perjuangan, teguran, senyuman, dan perhatian tulus seorang guru dalam proses pendidikan. Setelah itu, perwakilan peserta didik membacakan ucapan terima kasih yang membuat banyak peserta menunduk menahan haru.

Momen puncak terjadi ketika ratusan peserta didik serentak menghampiri barisan guru sambil membawa bunga, mengucapkan terima kasih, dan memberikan pelukan hangat. Air mata haru tidak dapat dibendung, beberapa guru menangis, peserta didik pun demikian. Namun, senyum kebahagiaan dan doa-doa penuh harapan terucap perlahan di tengah keharuan tersebut. Halaman madrasah seketika berubah menjadi ruang penuh cinta, penghargaan, dan kehangatan antar pendidik dan peserta didik.

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di MAN 1 Lamongan ditutup dengan suasana bahagia dan penuh energi positif. Nilai-nilai penghormatan terhadap guru tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa proses pendidikan dibangun oleh ketulusan, kasih sayang, dan kerja sama antara guru dan peserta didik. [Humas Manela]



Share Agar Bermanfaat!!

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR