Peserta Overload, Pendaftaran Diklat Jurnalistik Youtuber Ditutup

0
201

Lamongan-Rencana program kegiatan Diklat Jurnalistik Youtuber yang diadakan oleh MAN 1 Lamongan bersama Kemenag Kabupaten Lamongan ternyata benar-benar mendapat respon dari masyarakat. Hal tersebut paling tidak terlihat dari animo masyarakat untuk mengikuti kegiatan yang akan dipandu langsung wartawan Jawa Pos, wartawan RCTI, dan youtuber dari Surabaya. Banyak calon peserta yang ingin ikut, hingga overload dari kuota yang disediakan.

“Kami ucapkan terima kasih pada seluruh masyarakat atas kepercayaannya untuk ikut kegiatan yang kami adakan, sekaligus kami juga mohon maaf bagi yang terpaksa kami tolak karena kuota kursinya sudah habis,” ucap Ketua Panitia Diklat Jurnalistik Yotuber, Roudlon.

Diakui Roudlon, penutupan pendaftaran sebenarnya sudah dilakukan per 4 Desember 2020 lalu. Namun, lanjut dia, masih ada yang tetap memaksa untuk mendaftar sebagai peserta diklat dengan cara langsung mentransfer uang ke nomor rekening  panitia. “Karena sudah terlanjur ditransfer, ya apa boleh buat, kita terima,” tutur Roudlon seraya menuturkan panitia juga terpaksa harus mendelete calon penbdaftar yang daftar tapi belum bayar karena kuota kursinya sudah terpenuhi.

Apa sih yang menarik dari kegiatan diklat ini? Roudlon menegaskan kegiatan ini sangat menarik dan sangat cocok bagi semua kalangan yang ingin berkembang mengikuti perkembangan di era revolusi industry 4.0 ini. Apakah mereka itu yang berstatus sebagai siswa, mahasiswa, guru, atau karyawan, bahkan seorang pedagang asongan sekalipun karena mereka butuh servive di tengah derasnya perubahan zaman belakangan ini. “Bila tidak berubah, maka pasti ditinggal. Karena di dunia ini tidak ada yang pasti kecuali perubahan itu sendiri,” ujar dia.

Nah, lanjut dia, diklat ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadapi ganasnya era industry 4.0. Dalam diklat nanti, kata dia, akan langsung dipandu oleh wartawan Jawa Pos, wartawan RCTI, dan youtuber dari Surabaya. Wartawan Jawa Pos akan memandu cara dan tehnik menulis yang menjadi kebutuhan mutlak bagi generasi milinial atas pesatnya perkembangan dunia maya belakangan ini. Setelah bisa, maka akan dilengkapi kemampuan cara membuat video dengan narasi yang memukau,

”Selama ini kita sering tonton video yang bagus-bagus, kenapa kita tidak coba membuat sendiri video-video itu, sehingga bisa ditonton banyak orang. Kalau memang bisa, kenapa tidak?” tanya dia menantang.

Wartawan RCTI nanti, akan membeber tehnik-tehniknya, sekaligus program aplikasi membuat video dan mengeditnya sehingga peserta bisa dengan mudah melakukan tanpa pusing-pusing. Tehnik itu juga bisa diterapkan dalam pembuatan vlog bagi para vlogger, bahkan bagi guru juga bisa mengimplementasikan dalam membuat media pembelajaran di dunia pendidikan. “Sehingga tugas guru bisa lebih ringan ke depannya karena sudah punya dan terbantu media pembelajaran,” jelas dia.

Dan bagi yang ingin memanfaatkan kemampuannya untuk menghasilkan uang, kata dia, sangat mungkin. Dikatakan, panitia juga menghadirkan seorang youtuber dari Surabaya yang akan beri materi panduan menjadi youtuber atau vlogger. Selain materi tehnik menjadi youtuber, juga akan diberikan tehnik menghasilkan uang dengan menjadi youtuber. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here