Lagi, Siswa MAN 1 Lamongan Juara 1 Lomba Sains Tingkat Nasional

0
177
SANG JUARA. Dari kanan: Siti Khofilah, Zahratin Nisa’ A’yu nin, Alfina Damayanti, dan Zahrotin Aulan Nisak bersama panitia setelah dinyatakan menjadi juara 1

Malang-Siswa MAN 1 Lamongan kembali mengukir prestasi. Bahkan, kali ini diraih dalam perlombaan sains tingkat nasional yang digelar Universitas Brawijaya (UB) Malang. Dalam lomba tersebut, siswa MAN 1 Lamongan berhasil menjadi juara 1 National Creative Student Projects Scientific Great Moments 10 Tahun 2019, mengalahkan 300 peserta dari seluruh tanah air.

“Alhamdulillah, kita bersyukur anak-anak berhasil menjadi juara 1,” tutur pembinanya, Siti Khofilah tersenyum bangga.

Raihan prestasi ini tentu semakin menambah daftar prestasi siswa MAN 1 Lamongan karena sebelumnya siswa MAN 1 Lamongan juga berhasil menjadi juara umum KSM dan Porseni 2019. Dan madrasah sendiri9 tentunya kian berbangga, karena di hari yang sama, siswa MAN 1 Lamongan yang pulang membawa tropi bukan hanya satu, tapi empat tropi juara sekaligus di tiga tempat perlombaan berbeda. Tim Paskibra MAN 1 Lamongan mendapatkan juara 2 utama untuk kelas XI dan juara 1 Bina untuk kelas X dalam lomba Paskibra di UINSA Surabaya. Satu tropi lagi dipersembahkan siswa dalam lomba Desain Batik khas Lamongan.

Adapun siswa juara 1 perlombaan sains tingkat nasional yang digelar UB Malang tercatat bernama Zamrotin Aulan Nisak (XII MIPA-6), Alfina Damayanti (XII MIPA-4), dan Zahratin Nisa’ A’yunin (XII MIPA-4). Dalam perlombaan itu, mereka menyajikan karya hasil researchnya tentang Pemanfaatan Kulit Udang. Researchnya dilakukan dengan menggunakan Biokatalisator EM4 Sebagai Pupuk Organik Cair untuk Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Cabai. “Anak-anak melakukan penelitian ini juga tidak singkat. Dalam menuntaskan hasil penelitiannya, anak-anak butuh waktu kurang lebih 3 bulan lamanya,” tutur Khofilah.

Pada Juni lalu, lanjut dia, mereka memulai membuat proposal penelitian dan percobaan pembuatan variasi konsentrasi pupuk cair. Setelah jadi pupuk cair dengan berbagai macam konsentrasi, terang dia, selanjutnya pupuk tersebut diaplikasikan pada tanaman cabai untuk mengetahui pertumbuhan tanaman cabai dengan mengamati setiap hari pertambahan tinggi tanaman dan keadaan tanaman tersebut selama 10 hari. “Dan ternyata diperoleh hasil dengan PUCID nama produknya, yaitu pupuk organik cair limbah kulit udang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman cabai,” jelas dia.

Kemudian, lanjut dia, pada bulan Juli pupuk tersebut diujikan kandungan pH dan Nitrat di Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan dan kandungan nitrogennya di Laboratorium Kimia Universitas Airlangga Surabaya. “Alhamdulillah ternyata PUCID kandungannya memenuhi standard dari SNI. Kemudian bulan Agustus membuat laporan hasil penelitian,” ujar dia.

Selain juara sains, siswa MAN juga berhasil juara 2 Desain Batik khas Lamongan atas nama Maziyatul K (kelas XII MIPA-7). Dua tropi juara lainnya dupersembahkan tim Paskibra dalam perlombaan yang digelar UIN Sunan Ampel Surabaya. Tim Paskibra dari kelas X berhasil meraih 1, sementara tim Paskibra kelas XI berhasil mendapatkan juara 2.

Maziyatul K
Tim Paskibra MAN 1 Lamongan foto bersama setelah dinyatakan juara di UIN Sunan Ampel

 

 

 

 

 

 

 

 

“Alhamdulillah sukses untuk anak-anak MAN 1 Lamongan. Semoga membawa berkah dan kemajuan madrasah,” komentar Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh dengan penuh antusias karena bangga. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here