Gelar Evaluasi dan Review Kurikulum, Komite Usul Program ke Luar Negeri

0
341
Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur (dua dari kiri) dan Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh datang dalam acara evaluasi dan erview kurikulum di ruang pertemuan.

Lamongan-MAN 1 Lamongan terus mematangkan diri untuk menyongsong tahun ajaran 2019/2020. Salah satunya dilakukan dengan mengadakan Evaluasi dan Review Kurikulum  MAN 1 Lamongan di ruang pertemuan, Sabtu (27/4/2019). Kegiatan kali ini tidak hanya digelar melibatkan tim review kurikulum, tetapi juga mengundang pejabat, tim ahli, tokoh masyarakat, dan anggota komite madrasah.

Mereka sengaja diundang khusus untuk mengkritisi dan mengevaluasi terhadap kurikulum MAN 1 Lamongan, sehingga kurikulum ke depan bisa menjadi lebih baik lagi. Di antara yang tampak hadir adalah Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Lamongan Abdul Ghofur, dosen Ubaya Dr Rosiawan, dr Nurul Kawakib, Drs KH Masyhud Ali,  dan Drs Moh. Jahid. “Saya bangga dengan MAN 1 Lamongan,” kata Abdul Ghofur dalam sambutannya membuka acara.

Madrasah ini, lanjut Abdul Ghofur, punya reputasi cukup baik. Bahkan, hampir tiap hari para siswa MAN 1 Lamongan sepertinya selalu menorehkan prestasi karena sakig seringnya siswa yang juara, sehingga membangun imej madrasah ini tiada hari tanpa juara, baik untuk tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. “Saya salut karena di madrasah ini memang berkumpul orang-orang hebat,” ucap dia,

Selain memberi arahan, Abdul Ghofur juga menyampaikan banyak masukan untuk kebaikan kurikulum MAN 1 Lamongan ke depannya. Acara semakin hidup karena para peserta yang hadir juga memberikan aktif memberikan masukan dan evaluasi terhadap kurikulum MAN 1 Lamongan. Drs KH Masyhud Ali misalnya memberikan banyak masukan dan evaluasi. Salah satunya mengenai produk lulusan. “Saya usul agar kurikulumnya diperbaiki lagi sehingga ke depan ada anak-anak kita ini bisa bersaing dan diterima di luar negeri,” usul KH Masyhud.

Sementara, dosen Ubaya yang juga tim ahli MAN 1 Lamongan, Dr Rasiawan memberikan banyak kritikan untuk perbaikan kurikulum ke depan. Susunan redaksi di kata pengantar juga tidak luput dari evaluasi Rosiawan. Menurut Rosi – panggilan Rosiawan–, kata pengantar pada paragram kedua mestinya diisi dengan tujuan dan hasil review secara singkat kurikulum secara singkat. “Sehingga yang baca bisa tahu apa maksud dan hasil kurikulum ini, maunya apa,” kata dia.

Dari kanan: Dossen dari Ubaya Dr Rosiawan, bersama anggota Komite Moh. Jahid dan dr Nurul Kawakib juga hadir unruk memberikan masukan

Namun begitu, Rosi juga memberikan apreasi pada tim review kurikulum karena pada Bab II sudah disusun sangat bagus. Menurut dia, penyusunan pada bab II sudah dilakukan secara sistematik dan terstruktur.  “Namun perlu ditambahkan kejelasan ukurannya, sehingga lebih terstruktur lagi. Kalau naik, naik dari berapa ke berapa,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengusulkan agar MAN 1 Lamongan ke depannya melakukan terobosan menjalin kerjasama dengan BNSP. Sehingga siswa ketika lulus bukan hanya dapat ijazah dari sekolah, tetapi juga mendapat sertifikat dari BNSP. “Kita tinggal ujian sertifikasi, dapat sertifikat BNSP. Diujikan di sini, sehingga akan banyak siswa memanfaatkan fasilitas itu, apalagi bisa dilakukan secara gratis,” tutur dia.

Kepala MAN 1 Lamongan Aklhmad Najikh mengaku senang dengan kegiatan evaluasi dan review kurikulum. Menurut Najikh, semamin banyak masukan, akan semakin baik. “Khusus untuk belajar ke luar negeri. Insya Allah tahun ini anak kita ada yang akan kuliah ke luar negeri. Sudah mau ujian. Mudah-mudahan berhasil,” kata dia.

Sementara itu, Waka Kurikulum MAN 1 Lamongan Suminto juga mengaku terima kasih atas masukan dari sejumlah pihak terkait dengan kurikulum MAN 1 Lamongan. “Dan untuk usulan kerjasama dengan BSNP, nanti kita coba,  ditindaklanjuti,” janji Suminto. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here