Beginilah Jadinya Bila Guru MAN Ikut Semarakkan Hari Santri

0
57
MADRASAH SANTRI. Para pengunjung berdatangan ke stan milik MAN 1 Lamongan di Pameran Hari Santri yang diadakan di alon-alon KOta Laomongan

Lamongan-Civitas akademika MAN 1 Lamongan antusias menyambut peringatan Hari Santri yang jatuh pada hari Selasa, 22 Oktober 2019. Bahkan pimpinan bukan hanya mewajibkan semua civitas akademika untuk berpakaian ala santti, tetapi juga ikut aktif dalam pameran Hari Santri yang digelar di alun-alun Kota Lamongan.

Kebijakan berpakaian ala santri tersebut membuat suasana madrasah kontan mendadak seperti pondok pesantren. Semua guru laki-laki mengenakan sarung ala santri dalam mengajar, begitu juga dengan siswa laki-lakinya. Sementara guru dan siswa perempuan mengenakan busana muslimah. Tak ada satu pun yang mengenkan seragam sekolah seperti biasanya, sehingga suasana benar-benar seperti berada di liingkunagn pesantren.

Yang menarik, tidak sedikit guru tetap mengenakan sepatu sehingga agak janggal karena tidak terbiasa. Atasan pakai baju koko dan gamis dengan bawahan sarung mengenakan peci hitam. Tapi bawahan tetap mengenakan sepatu, bahkan ada yang menngenakan sepatu olah raga. Bisa dibayangkan, fashion ala mana, he he. Meski begitu, tetap mengasyikkan. Di situlah justru jadi  menarik dan kekhasannya. Mereka pun tetap enjoy mengajar siswanya dengan penuh antuasias, memberikan keteladanan.

“Kami suka karena bagian dari cara kami untuk bisa ikut melestarikan budaya santri di tanah air,” celetuk Suharsono seraya menjauh.

Sementara di alun-alun, civitas adademika MAN 1 Lamongan juga tidak kalah antusiasnya. Mereka silih berganti menjaga stan pameran yang dibuka langsung Bupati Lamongan Fadeli tersebut. Bahkan, Kepala MAN 1 Lamongan 1 Akhmad Najikh ikut nimbrung menjaga stan bersama guru-guru lainnya. Tak ayal, kedatangan orang nomor satu MAN 1 Lamongan ini jadi semangat tersendiri bagi civitas akademika MAN 1 Lamongan yang dapat giliran menjaga stan.

“Alhamdulillah, stan kita juga banyak pengunjungnya,” aku Humas MAN 1 Lamongan Elli Tripuspita yang ikut menjaga stan.

Berbeda dengan pameran biasanya, isi stan lebih banyak didominasi oleh karya-karya santri Ma’had Bahrul Fawaid MAN 1 Lamongan juga buku-buku yang selama ini jadi referensi siswa ma’had. Di antaranya adalah Tafsir Jalalain, ‘Ulumul Hadits, Futuhul Buldan, dan Fathul Qorib Mujib. Selain itu juga disii hasil karya kaligrafi siswa yang beberapa kali telah menjuarai tingkat nasional, selain juga karya kreatif dan inovatif lainnya.

Meski demikian, tampilan MAN 1 Lamongan yang penuh prestasi sebagai madrasah peraih SNI Award tiga tahun berturut-turut, madrasah Adiwiyata Mandiri, hingga peraih predikat ISO tetap terlihat. Bahkan di bener samping dipampang gambar tropi Adiwiya dengan slogan-slogan menggigit. Seperti slogan REcycle, yakni mengolah kembali sampah menjadi produk baru yang bermanfaat. Juga slogan Reuse dan Redice.(roudlon)

SERBA SERBI HARI SANTRI MAN 1 LAMONGAN

Pembelajaran di ruang kelas
Sungkem ke guru sebelum masuk kelas
Guru menyambut siswa yang datang ke madrasah saat kedatangan mereka
Fashion ala guru yang khas
YYY
Kepala MAN 1 Lamongan Akmad Najikh bersama Sekda Kabupaten Lamongan didampingi Kepala TU MAN 1 Lamongan Saiful

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here