ITS Sambut Baik Siswa Prodistik MAN 1 Lamongan

0
594
 Humas ITS Choirul Mahfud (tengah pakai kopya) didampingi waka kurikulum dan waka humas MAN Lamongan memberikan motivasi pada siswa MAN Lamongan

Lamongan-Siswa-siswi MAN 1 Lamongan terus diasah untuk meningkatkan kemampuannya di berbagai bidang. Termasuk diasah sedini mungkin untuk bisa masuk ke pergiruan tinggi negeri (PTN) ternama di Surabaya. Kamis (27/4), sebanyak 247 siswa MAN Lamongan kelas XI yang ikut program Prodistik (Program Pendidikan Setara D-1 TIK) diajak melakukan study campus ke ITS Surabaya.

Rombongan siswa MAN Lamongan didampingi jajaran pimpinan madrasah dan para ibu guru. Tampak di antara yang ikut mendampingi adalah Waka Kurikulum Nur Endah Mahmudah dan Waka Humas Elly Tri Puspita. Dari dewan guru tampak ikut juga mendanpingi di antaranya Sufyan Hadi, Muyasaroh, Anis Ceha, Iffah Fauziyah, Yayuk Mukhayatin, dan lainnya. Kedatangan mereka disambut baik oleh kalangan kampus ITS. Mereka diterima di hall pasca sarjana ITS untuk mendapatkan kuliah umum dari ITS.

Di hadapan para siswa, Humas ITS Choirul Mahfud terus memberikan motivasi pada semua siswa agar masuk ke ITS. Chourul terlihat senang mendapat kunjungan dari siswa madrasah. Bahkan, ia tidak henti-hentinya memberi dorongan pada siswa madrasah untuk masuk ke ITS. Menurut dia, ITS akan bisa mewujudkan banyak impian termasuk di antaranya impian untuk pergi ke luar negeri secara gratis. “Kalian suka bepergian ke luar negeri, kan? Kalau suka, masuk saja ke ITS,” ajak Choirul Mahfud di hadapan ratusan siswa yang disambut sorak dari siswa.

Ia mengatakan ITS selama ini terus mendorong dan menfasilitasi mahasiswanya untuk bisa pergi ke luar negeri. Banyak program dan kegiatan yang bisa diikuti seperti perlombaan di luar negeri. “Semua jenis perlombaan di luar negeri ditanggung oleh ITS. Jadi, kalian bisa ikut ke luar negeri dengan gratis,” tutur dia memotivasi.

Selain itu, lanjut dia, di ITS juga ada program beasiswa bagi lulusan S-1 untuk melanjutkan S-2 dan S-3 ke luar negeri. Program tersebut sudah banyak diikuti mahasiswa yang lulus. Mereka bukan hanya difasilitas untuk melanjutkan pendidiknya secara gratis, tapi juga diangkat menjadi dosen ITS. “Sehingga di ITS ini, banyak dosen masih mudah-mudah dan masih single, belum kawin,” beber dia.

Tanpa berniat menyoimbongkan diri, ia menyampaikan bahwa  ITS merupakan perguruan tinggi ternama di Surabaya. Perguruan yang berdiri di atas lahan 187 hektar ini telah dikenal bukan hanya di tanah air, tapi juga dunia. Bahkan ITS tercatat berhasil masuk ranking 43 dunia sebagai kampus paling hijau. Perguruan tinggi ini memiliki 8 fakultas dengan 32 departemen. Kiprah ITS sudah tidak diragukan, bahkan tiap hari selalu ada mahasiswa yang meraih juara di sejumlah ajang kejuaraan. Sehingga sistem pendidikan yang dijalankan oleh ITS sudah tidak diragukan lagi.  “Jadi, kalau kalian masuk ke ITS, maka kalian akan diajak untuk berprestasi. Maka tidak salah kalau kalian masuk ke ITS,” ujar dia.

Dan lagi, lanjut dia,  ITS telah banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat, termasuk menjadi pejabat hebat seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut duia, Risma — panggilan akrab Tri Rismaharini — merupakan lulusan Fakultas Tehnik dan Perencanaan ITS. “Siapa tahu nanti kalau kalian masuk ITS, akan menjadi bupati Lamongan. Amien,” ujar dia disambut aplaus dari para siswa.

Tak hanya memberikan motivasi, ia juga memberikan arahan dan cara untuk bisa masuak ke ITS. Dikatakan, untuk masuk ke ITS, banyak jalur yang bisa ditempuh. Selain jalur SNMPTN, juga bisa menempuh jalur SBMPTN, jalur mandiri , dan jalur kemitraan. Bila tidak berhasil masuk lewat jalur SNMPTN, dirinya meminta siswa MAN untuk tidak putus asa karena masih ada jalur SBMPTN. “Kalau keduanya masih gagal, bisa mengambil jalur mandiri dan kemitraan. Cuma perlu diingat, jalur kedua itu menentukan jalur ketiga (mandiri) dan keempat (kemitraan) karena untuk dua jalur terakhir ini tidak ada tes lagi. Yang dijadikan rujukan adalah hasil tes jalur SBMPTN,” jelas dia.

Menurut dia, nilai dari tes memang menentukan. Tapi tidak semua bias diterima meski memiliki nilai tes sama. Banyak pertimbangan yang akan dipakai untuk menentukan siapa yang akan diterima  bisa ada peserta punya nilai sama. “Seperti kunjungan kalian sekarang ini, akan jadi pertimbangan prioritas untuk diterima. Makanya, banyak sekolah di luar Jawa seperti Aceh datang ke ITS karena ini masuk pertimbangan prioritas,” ucap dia.

Ia juga menyampaikan mengenai jalur kemitraan. Menurut dia, jalur kemitraan itu dibuka berdasarkan kerjasama yang sudah dibuat ITS dengan pihak ketiga. Ia mencontohkan kerjasama yang sudah dibuat ITS dengan Pemkab Bojonegoro. Kerjasama itu memungkinkan Pemkab Bojpnegoro mengirimkan putra daerahnya mendapatkanb beasiswa untuk kuliah di ITS. “Saya nggak tahu kalau Lamongan. Coba tanyakan,” pinta dia. Jalur lainnya adalah jalur santri yang sudah dibuat ITS dengan Kementerian Agama RI. “Kemenag punya jatah untuk memberikan beasiswa untuk kuliah di ITS. SEmua jalur itu coba dicari agar bisa masuk ITS,” ujar dia. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here