Siswa MAN 1 Lamongan Borong Dua Juara Olimpiade SKI

0
425
Dua siswa MAN 1 Lamongan (dua dan ketiga dari kiri) menerima thropy juara olimpiade SKI di UINSA Surabaya

Lamongan–Nama MAN Lamongan makin meroket. Namanya tak hanya harum karena masuk nominasi nasional penerima SNI Award dan Adiwiyata, tapi juga lantaran prestasi para siswanya. Satu per satu siswa MAN Lamongan terus menjuarai kejuaraan. Terakhir ditorehkan dalam kejuaraan olimpiade SKI tingkat provinsi, Senin (1/11).

Tak tanggung-tanggung, siswa MAN Lamongan berhasil memborong dua thropy sekaligus dalam ivent olimpiade yang diselenggarakan Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tersebut. Kedua siswa tersebut adalah Luqman Hakim yang berhasil merebut juara II dan Farah Diana Manzilah menerima thropy juara III dalam ivent tersebut. Sementara juara I direbut oleh siswa dari MAN Unggulan Darul Ulum Jombang.

Prestasi yang ditorehkan Luqman dan Farah tentu membanggakan. Selain merupakan prestasi kali kedua yang berhasil didapatkan dalam kejuaraan yang sama, olimpiade SKI, juga keduanya berhasil menyisihkan siswa-siswa dari sekolah unggulan di Jatim. Tercatat ada 154 siswa hasil penyaringan dari puluhan sekolah unggulan di Jatim yang menjadi peserta dalam olimpiade tingkat provinsi Jawa Timur tersebut. “Setelah disaring, yang dinyatakan lolos masuk semifinal sebanyak 15 peserta,” tutur pembimbing dari MAN Lamongan  Ummi Shoidah

Dari 15 peserta yang dinyatakan masuk semifinal tersebut,lanjut Ummi, tiga di antaranya merupakan siswa dari MAN Lamongan. Selain Luqman dan Farah, siswa MAN Lamongan yang juga berhasil masuk semifinal adalah Achmad Alfaridzih. Luqman tercatat sebagai siswa kelas XII program keagamaan, begitu juga Farah. Sementara Achmad Alfaridzih adalah siswa kelas XI program keagamaan.

Ummi mengaku selama mendanmpingi siswanya mengikuti perlombaan olimpiade, dirinya merasa deg-degan dan sangat tegang. Apalagi setelah masuk semifinal, lanjut dia, karena pada tahapan ini, model perlombaannya dilakukan dengan model cerdas cermat plus dan diberlakukan sistem gugur. “Ini karena saya tahu, ada murid saya yang pintar secara tulis, tapi lemah secara lisan. Tapi begitu tahu anak saya juara, saya langsung nangis, tak menyangka,” aku guru senior MAN Lamongan ini.

Selain tiga siswa tersebut, MAN Lamongan juga memberangkatkan lima peserta lainnya untuk ikut olimpiade SKI tingkat provinsi.Mereka adalah Khizbullah Al Mahdiyin (kelas XII program keagamaan), Putri Septiani Eka Irwanti (XII program Keagamaan), Achamd Rozzaq Arrosyiid (kelas XI program keagamaan), dan Muhammad Adib (kelas XI program keagamaan), serta Putri Dziqriyah (kelas XII program MIPA-1).

Banyaknya siswa yang berhasil ikut menjadi peserta olimpiade SKI tuingkat provinsi tersebut tidak lepas dari kegigihan Ummi Shoidah sebagai guru pembimbingnya. Bahkan, guru SKI MAN Lamongan ini rela menyisihkan waktunya hingga larut hanya untuk membimbing siswanya melakukan pendalaman materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). “Saya akui, bu Ummi kalau bimbing itu sampai larut, bahkan di luar waktu yang dijadwalkan oleh program olimpiade madrasah. Makanya,  banyak guru yang tidak tahu,” aku Ketua Program Agama MAN Lamongan Khoirul Muthrofin. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here