Lomba Kehujanan, Dua Siswi MAN 1 Lamongan Juara II LKTI Nasional

0
476
Waka Kesiswaan Rouf Baidlowi (dari kiri), Eva Nurwena Wati, Riris Wiladatun Nafi’ah, dan Verawati Isnaeni

Lamongan-Berbagai prestasi terus ditorehkan civitas akademika MAN 1 Lamongan. Setelah masuk nominasi sebagai Madrasah Mandiri 2018, para siswanya sepertinya juga tidak mau ketinggalan. Dua siswi MAN 1 Lamongan berhasil meraih juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Fisika Tingkat Nasional Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Dua siswi yang mengharumkan nama madrasah tersebut adalah Riris Wiladatun Nafi’ah dan Eva Nurwena Wati. Riris tercatat sebagai siswi kelas XII MIPA-5 sementara Eva merupakan siswi kelas XII MIPA-7. “Alhamdulillah, kami bisa meraih juara dua,” kata Riris diamini Eva yang baru datang dari Semarang, Rabu (14/11).

Kedua siswi ini memang patut berbangga dengan prestasinya. Apalagi, lomba yang digelar Himpunan Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNNES ini diikuti ratusan peserta dari seluruh sekolah dan madrasah di tanah air. Tercatat ada 122 peserta yang ikut dalam lomba karya tulis ilmiah. “Seleksinya dimulai sejak bulan Oktober lalu. Dari 122 peserta, disaring hingga tinggal sepuluh besar, masuk dalam final,” tutur Riris.

Riris menyampaikan prestasi hingga menembus final dan juara dalam perlombaan karya tulis ilmiah ini penuh dengan perjuangan. Pihaknya melakukan kegiatan penelitian dalam waktu cukup lama terhadap ekstrak buah apel yang dijadikan bahan lomba tersebut. Awalnya, dirinya melakukan kegiatan penelitian bersama temannya Verawati Isnaini yang juga siswa kelas XII MIPA-5. “Namun, Vera tidak bisa melanjutkan, terus digantikan Eva,” terang Riris.

Sementara itu, Eva menambahkan karyanya ini terisnpirasi dari fenomena penderita kanker serviks di tanah air yang cukup memprihatinkan. Dikatakan, kanker serviks ternyata menjadi pembunuh wanita nomor satu di tanah air, dan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia juga sangat banyak. Data menyebutkan, Indonesia menempati nomor dua di dunia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker terbanyak. “Dari situlah, kami mencoba melakukan penelitian sebagai usaha mencari solusi dari persoalan tersebut,” ucap Eva.

Pihaknya mencoba melakukan penelitian mencari cara agar pertumbuhan kanker serviks tidak meningkat, atau paling tidak, dihambat pertumbuhannya. Yakni dengan ekstrak buah apel manalagi. Hasil obervasi dan penelitian yang dilakukan, kata dia, ekstrak buah apel manalagi tersebut mampu menghambat proliferasi dan apoptosis sel hel atau kanker serviks. Selnya itu harus dihambat pertumbuhannya, biar tidak menjadi ganas dan mematikan bagi penderitanya. Dan ekstrak dari buah apel manalagi sangat efektif untuk menghambat pertumbuhan sel hela tersebut.

“Hasil observasi dan penelitian inilah yang kami sampaikan dan pertahankan dalam sesi presentasi di grand final,” ucap Eva.

Baik Riris maupun Eva mengaku mati-matian dalam memperjuankan hasil haryanya tersebut di hadapan dewan juri. Apalagi, hasil karyanya tidak hanya cukup dipresentasikan, tetapi juga dipamerkan. Untuk itu, selama beberapa hari di Semarang, pihaknya mempersiapkan semua kebutuhan sendiri, termasuk menyiapkan produk yang harus dipamerkan dari karya tulis yang sudah dipresentasikan. “Kami juga sampai kehujanan di sana karena harus mencari bahan dan tempat untuk pameran. Tapi alhamdulillah, jerih payah kami terbayar meski hanya menjadi juara dua,” timpal Riris dengan mata berkaca-kaca menangis meningingat perjuanagnya bersama Eva di Semarang.

Sementara itu, Waka Kesiswaan MAN 1 Lamongan Rouf Baidhowi mengaku senang dengan prestasi kedua siswinya tersebut. Dikatakan, mereka telah berjuang mengharumkan nama madrasah. “Dan madrasah sangat berterima kasih kepada kedua siswi hebat ini. Selamat ya, Nak. Semogo kalian makin sukses,” kata Rouf. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here