Puasa, MAN 1 Lamongan Gelar Workshop Audit

0
297
Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh (kiri) didampingi Kepala Pemjamin Mutu Yuliatifa di acara workshop.

Lamongan-Bulan puasa tidak menghalangi para civitas akademika MAN 1 Lamongan untuk beraktivitas ektra. Bahkan, mulai Jum’at (2/6) hingga Sabtu (3/6), madrasah di kota Soto menggelar kegiatan “Workshop Audit 5 R dan Audit Internal ISO 9001:2015”. Kegiatan tersebut digelar selama dua hari penuh.

Dibuka langsung Kepala MAN 1 Lamongan  Akhmad Najikh, kegiatan workshop diikuti para auditor dan calon auditor internal. Tercatat ada 33 guru yang ditunjuk kepala madrasah untuk menjadi audit dan calon audit internal. Mereka mengikuti rangkaian kegiataan yang menghadirkan para narasumber. Tak hanya narasumber lokal, kegiatan ini juga mendatangkan konsultan dari Surabaya sekaligus dosen Universitas Surabaya (Ubaya) Ir H. Moh. Rosiawan, MT.

“Meski puasa, kita tetap menggelar kegiatan. Ini penting demi madrasah kita agar lebih baik,” tutur Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh dalam sambutannya.

Najikh menyampaikan pentingnya kegiatan workshop ini karena ada perubahan form juga penyempurnaan terkait supervisi di kurikulum, begitu juga perubahan dalam Penilaian Kinerja Guru (PKG). Berbagai perubahan tersebut, lanjut dia, perlu ada kesamaan pemahaman antara satu auditor dengan auditor lainnya. “Dan kesamaan pemahaman ini penting, sehingga kita nanti bisa memiliki pedoman jelas untuk mengukur kinerja kita,” ucap dia.

Masalah tehnisnya, Najikh menyerahkan pada Penjamin Mutu pimpinan Yuliatifa untuk mengaturya sendiri. Apakah nanti dibagi dengan membentuk beberapa tim atau dengan cara lain. “Yang penting, hasilnya bisa dipresentasikan, sehingga bisa didiskusikan bersama dan dimatangkan sebelum akhirnya disepakati,” harap dia.

Perubahan ini sendiri, lanjut ini, mutlak dilakukan sebagai konsekwensi dari status MAN 1 Lamongan yang mendapatkan predikat ISO:2015.Dengan predikat ISO itu, ukuran kinerja dan pelayanan madrasah, termasuk di dalamnya para guru, tidak lagi ditekankan pada prosedur, tetapi sudah pada action-nya. “Jadi, penekanannya sudah bukan lagi pada prosedur, tapi bagaimana action atau bagaimana kegiatan orang itu sampai pada tataran hasilnya,” terang dia.

Diharapkan, semua perubahan tersebut bsa dirumuskan bersama dan finalisasinya nanti akan dilakukan bersama konsultan dari Surabaya. Dan kemudian difollow upi dengan beberapa rapat, sehingga pada liburan,  semua perangkat yang dibutuhkan untuk tahun ajaran 2017/2018 sudah tuntas dan tidak ada beban lagi. Begitu masuk tahun ajaran baru, MAN 1 Lamongan bisa langsung go on dan menjadi lebih baik.

“Berbagai prestasi jadi cerminan hasil kerja keras kita. Ini hasil kerja keras semua, bukan satu orang, tapi tim. Semua punya andil dalam pengembangan madrasah ini, tegasnya. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here