Sakralnya Pengibaran Sang Saka di Upacara Bendera MAN 1 Lamongan

0
687
Tiga siswi anggota Paskib Bramana MAN 1 Lamongan membentangkan bendera merah putih untuk dikibarkan dalam upacara berndera

Lamongan-Pembinaan terhadap siswa MAN 1 Lamongan bukan hanya difokuskan kepada aspek kognitif akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan patriotisme. Salah satunya dilakukan dengan mengadakan kegiatan upacara bendera secara rutin. Kegiatan ini dilakukan tiap hari Senin minggu pertama setiap bulannya. Itu juga yang terlihat pada Senin (4/2/2019) pagi.

Sejak pagi, para siswa sudah berkumpul di halaman madrasah untuk bersiap-siap mengikuti kegiatan rutin upacara. Mereka berkumpul membentuk baris secara rapi sesuai dengan kelas masing-masing. Sementara para siswa yang tergabung sebagai anggota Paskib Bramana sibuk menyiapkan diri jadi petugas upacara.

Dengan mengenakan pakaian kebesaranya warna serba putih, mereka membagi tugas masing-masing, meski tidak ada guru yang memandu mereka. Para anggota Paskib Bramana MAN 1 Lamongan terlihat cekatan melaksanakan tugas masing-masing. Ada yang bertindak menjadi pemimpin upacara, komandan regu, pembaca doa, hingga pengibar bendera.

Suasana pun menjadi sakral dengan gerak cepat dan disiplin mereka,apalagi setelah tiga siswi masuk membawa Sang Saka merah putih untuk dikibarkan. Mengenakan seragam kebesaran Paskib Bramana warna serba putih motif hitam, mereka membawa bendera meraha putih untuk didekatkan ke tiang bendera.

Seluruh mata pun memandang langka tiga siswa pembawa bendera tersebut. Tiga siswa yang membawa bendera itu adalah Putri Mawadah A (siswa kelas X MIPA-7), Ramadhaniyah Tsabitah (siswa kelas X IPS-3), dan Putri Nur Farida (siswa kelas XI IPS-1).

Itulah pemandangan rutin yang terlihat di halaman madrasah MAN 1 Lamongan setiap hari Senin minggu pertama setiap bulannya. Tanpa dikomando, mereka seakan sudah tahu dan terbiasa menjalankan tugas masing-masing. “Ini adalah bagian dari pendidikan karakter siswa. Mereka kita didik disiplin, sekaligus bangun jiwa patriotisme mereka,” ungkap Asisten Waka Kesiswaan MAN 1 Lamongan Suharsono diamini Suparno sesama asisten.

Suasana upacara bendera di halaman MAN 1 Lamongan

Dikatakan Suharsono, kegiatan upacara bendera bermanfaat untuk melatih siswa untuk disiplin. Disiplin dalam hal ini adalah terhadap waktu. Upacara bendera dilaksanakan tepat pada waktu yang telah diatur dalam jadwalnya. Siswa harus datang lebih awal agar tidak telat mengikuti upacara.

Selain itu, lanjut dia, upacara bendera bagi siswa juga bermanfaat untuk melatih diri disiplin terhadap aba-aba dalam upacara bendera. Ada saatnya posisi siap sempurna dan istirahat di tempat. Ini harus dipatuhi oleh siswa peserta upacara bendera.

Pelaksana upacara, kata dia, diambilkan dari siswa sendiri juga memiliki maksud dan nilai pendidikan. Paling tidak, ada nilai untuk belajar menjadi pemimpin terhadap teman-temannya sendiri. Nilai tenggang rasa juga akan terbangun di antara siswa selaku peserta upacara. Siswa yang menjadi peserta upacara perlu tenggang rasa pada pelaksana upacara. Kesalahan atau kekeliruan dalam pelaksanaan bukan untuk ditertawakan melainkan jadi pelajaran agar tidak terjadi pada kelas siswa sendiri.

Upacara benedra, lanjut dia, juga memupuk rasa sosial dan kebersamaan. Upacara bendera akan berjalan lancar dan sukses berkat rasa sosial dan kebersamaan yang dimiliki oleh peserta upacara. Peserta upacara tidak membuat masalah dan kegaduhan saat upacara berlangsung. Sebaliknya mengikuti upacara dengan rasa sosial dan kebersamaan tinggi sehingga upacara berjalan lancar dan sukses. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here