Prihatin Kemampuan Bahasa Siswa, Guru MAN 1 Lamongan Susun Kamus Firdaus

0
613
Guru Mapel Bahasa Arab Drs Ahmad Luthfi, M.Si, M.Pd.I (kanan) dan Mapel Bahasa Inggris Waris, S.Pd menunjukkan karyanya, kamus Firdaus

Lamongan-Rendahnya kemampuan bahasa asing siswa di sejumlah sekolah dan madrasah mengundang keprihatinan tersendiri bagi kalangan guru MAN 1 Lamongan. Guru Mapel Bahasa Arab Drs Ahmad Luthfi, M.Si, M.Pd.I. bersama Guru Mapel Bahasa Inggris Waris, S.Pd. melakukan terobosan menyusun kamus tiga bahasa, yakni bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia “Firdaus”.

Kamus yang diterbitkan penerbut Kattulistiwa tersebut disusun sedemikian rupa, sehingga bisa memudahkan pengguna dalam pencarian kosa kata yang diinginkan dengan cepat, dan pada gilirannya akan membantu  kemampuan penguasaan bahasa Arab dan Inggris penggunanya, bahkan, bisa membantu penggunanya dalam penguasaan ungkapan-ungkapan pendek dalam komunikasi sehari-hari dengan cepat. “Karena kamus kita ini punya keunikan dan keunggulan tersendiri,” jelas Ahmad Luthfi ditemui di sela-sela mengajar.

Apa keunikan dan keunggulannya? Pria kelahiran Gresik pada 1963 ini menjelaskan bahwa kamus yang disusunnya ini memiliki keunggulan dan kelebihan karena kosa katanya mudah dicari  dan diingat. Selain disusun secara tematik dan diurutkan berdasarkan abjad Arab, kamus ini juga dilengkapi kumpulan sinonim dan antonim.

Dengan pendekatan tema, lanjut Luthfi, siapa pun yang membuka kamus tersebut akan bisa tahu bahasa sekitar tema tersebut, sehingga bisa dipakai bahan percakapan atau conversation. Dia kemudian mencontohkan tema rumah, maka apapun yang terkait dengan rumah dan isinya akan muncul di bab tersebut, baik bahasa Arab maupun bahasa Inggris, dan Indonesia. “Dan untuk memudahkan, kumpulan kosa katanya diurutkan berdasarkan abjad,” jelas dia.

Kumpulan sinonim dan antonim, kata dia, akan semakin melengkapi perbendaharaan kata. Sehingga bagi yang ingin mengembangkan dalam percakapan sehari-hari sekalipun sudah bisa mendapat banyak bahan. Apalagi di kamus tersebut juga dilengkapi dengan ungkapan-ungkapan pendek (short expression) dan kumpulan peribahasa, selain itu juga dilengkapi kumpulan “jamak taksir” karena jamak taksir ini tidak menggunakan rumus tetapi “sima’iy” yakni mengikuti bagaimana orang Arab mengataka, serta dilengkapi juga gambar-gambar yang berkaitan dengan tema, agar tidak membosankan. Kamus ini sangat cocok untuk anak-anak karena menarik.

Susunan dan model kamus seperti itu, kata dia, sengaja disusun agar bisa digunakan untuk semua kalangan, mulai dari pemula yang masih awam bahasa Arab Inggris, hingga kalangan pelajar tingkat  SMP/MTs, MA/SMA/SMK dan kalangan mahasiswa sekalipun, termasuk kalangan umum. Untuk siswa atau mahasiswa, lanjut dia, kamus itu bisa dipakai untuk menunjang materi bahan ajar di sekolah dan kampusnya, sementara untuk kalangan umum atau pemula bisa menggunakan untuk bahan percakapan.

“Dan ini adalah kamus saku sehingga bisa dibawa kemana-mana,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, dirinya berharap karyanya bisa membantu bagi siapapun yang ingin belajar bahasa Arab dan Inggris dengan biaya murah. Kamus ini juga  sengaja dibuat karena selama ini anak-anak masih merasa kesulitan dengan kamus yang ada. “Selain tujuan itu, kita buat kamus ini juga untuk mengembangkan kompetensi sebagai seorang pendidik, yakni kemampuan menulis dan kemampuan literasi,” ucap dia. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here