LSM Jakarta AIDA Gandeng Siswa MAN 1 Lamongan Perangi Terorisme

0
397
Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh (dua dari kiri) bersama para aktivis AIDA dari Jakarta dalam kegiatan yang diadakan di ruang pertemuan MAN 1 Lamongan

Lamongan-Berbagai prestasi siswa MAN 1 Lamongan rupanya banyak menjadi daya tarik bagi pihak luar. Tidak terkecuali juga bagi lembaga swadaya masyarakat Aliansi Indonesia Damai (AIDA). Lembaga berpusat di Jakarta ini datang ke madrasah untuk menggandeng para siswa MAN 1 Lamongan dalam melakukan gerakan deradikalisasi yang masih menjadi ancaman bagi bangsa dan negara belakangan ini.

Bertempat di ruang pertemuan MAN 1 Lamongan, mereka mengajak siswa madrasah untuk menggelar kegiatan. Lebih dari 50 siswa MAN 1 Lamongan terlibat di dalam kegiatan yang digelar AIDA, Kamis (21/2/2019). Dalam kegiatan yang mengangkat tema: Belajar Bersama Menjadi Generasi Tangguh 2019 bersama AIDA itu, Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh dalam sambutannya mengaku senang dengan kegiatan deradikalisasi AIDA.

“Kami berharap, dengan kegiatan ini, anak-anak bisa benar menjadi KADER. Kader dalam arti Kreatif, Aktif, Dedukatif, Energik, dan Responsif,” kata Akhmad Najikh.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari AIDA menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk generasi muda agar tidak mudah terpengaruh aliran radikalisme dan pesan dan selalu mengedepankan perdamaian. Dikatakan, AIDA merupakan lembaga yang dipelopori oleh korban bom terorisme yang terjadi di Jakarta.

Dikatakan, AIDA dibentuk untuk menyatukan para aktivis yang juga pakar dalam bidangnya masing-masing demi Indonesia yang lebih damai. Pihaknya menggelorakan semangat untuk memupuk perdamaian dan menghindari perpecahan. Kegoatan ini bukan hanya sekedar untuk menangkal embrio tumbuhkembangnya gerakan radikalisme. Juga sekaligus membentuk generasi muda yang mengedepankan perdamaian dan tidak mudah terpengaruh dengan aliran radikalisme.

“Kita harus mengaca pada konflik berkepanjangan di Timur Tengah dan beberapa negara Eropa yang berimbas pada ancaman kemanusiaan,” kata perwakilan AIDA.

Kegiatan diakhiri dengan dialog interaktif bersama nara sumber korban suaminya meninggal akibat terorisme. Juga hadir mantan teroris yang bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar. Mereka mengajak untuk membangun kesadaran siswa untuk menumbuhkan kesadaran untuk cinta damai dan menebarkan kasih sayang kepada sesama, menghindari kekerasan, pembullyan, dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here