Siswa MAN 1 Lamongan Dapat Medali ISPO KTI Tingkat Nasional

0
681
M. Nizar Sholahuddin Nugraha (XI MIPA-7) dan Ahmad Zhoriv Ramadhan (XI MIPA-4) menunjukkan medali setelah dinyatakan dapat juara medali perunggu dalam ISPO KTI tingkat nasional

Lamongan-Siswa MAN 1 Lamongan kembali mengukir prestasi lagi. Bahkan prestasi kali ini tidak main-main karena diraih setelah bersaing ketat tingkat nasional melawan 373 peserta dari 25 provinsi di tanah air. Siswa MAN ditetapkan meraih juara perunggu dalam event Indonesian Sains Projects Olympiad (ISPO) yang diselenggarakan Eduversal dan Kharisma Bangsa Tangerang Selatan. ISPO merupakan lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) tingkat Nasional.

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur sekali karena baru pertama mengikuti lomba ini, langsung bisa mendapatkan medali perunggu,” kata Pembina KIR MAN 1 Lamongan, Siti Khofilah, S.Pd, M.Pd setelah tiba mendampingi siswa dalam perlombaan tersebut, Selasa (26/2/2019).

Guru Mapel Biologi MAN 1 Lamongan ini mengaku lega melihat kerja keras siswanya membuahkan hasil. Mengingat, perlombaan tingkat nasional ini diikuti ratusan peserta (tim) perwakilan sekolah dan madrasah terbaik dari 25 provinsi di tanah air. MAN 1 Lamongan sendiri dalam perlombaan tersebut mendaftarkan enam team untuk kategori Biologi, Kimia, dan Lingkungan.

Khofilah (tengah) diapit M. Nizar Sholahuddin Nugraha dan Ahmad Zhoriv Ramadhan setelah dinyatakan jadi salah satu juara dalam perlombaan ISPO

Diakui, persaingannya cukup ketat. Pada penyaringan peserta, hanya 120 tim yang dinyatakan lolos masuk final. Dari 120 tim yang dinyatakan lolos berangkat ke ISPO, lanjut Khofilah, empat di antaranya berasal dari MAN 1 Lamongan. Yakni tim Biologi atas nama Friska Amanda NurLailiyah (XI MIPA-6) dan Hanan Zaki Alhusni (XI MIPA-6), tim 1 Kimia atas nama M. Nizar. Sholahuddin Nugraha (XI MIPA-7), tim 2 Kimia atas nama Maziyatul Khoiroh (XI MIPA-7) dan Eka Prihatiningtyas (XI MIPA-5), dan tim 2 Lingkungan atas nama Zamrotin Aulan Nisak (XI MIPA-6 ) dan Alfina Damayanti (XI MIPA-4) .

Menurut Khofilah, anak didiknya menyiapkan betul materi perlombaan, termasuk membuat banner untuk stand karena ada pameran produk yang harus dipamerkan. Pihaknya membuat produk karyanya untuk dipasarkan di pameran, dilengkapi stiker dan brosur produk layaknya penjualan produk pada umumnya. Karya dan produk yang dilombakan juga sudah teruji karena sebelum mendaftar pihaknya membuat proposal dan melakukan penelitian pembuatan ekstrak kentakir di Laboratorium Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Selain itu, lanjut dia, juga melakukan penelitian sel HeLa dengan uji MTT di Laboratorium Stem Sel Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Hasil penelitiannya dibahas secara matang dan maksimal, sehingga menjadi laporan. “Waktu yang kita butuhkan untuk melakukan itu semua tidak sebentar. Kita lakukan delapan bulan, mulai bulan Mei 2018 sampai Desember 2018,” beber Khofilah bangga pada anak didiknya.

Hasil dari penelitiannya tersebut, kata dia, kemudian dituangkan dalam konsep dan dalam bentuk PPT untuk dipresentasikan dalam perlombaan. Dia mengaku tidak punya strategi khusus, dirinya hanya menekankan pada anak didiknya untuk percaya diri, tidak mudah menyerah dan putus asa, dan terus memberi motivasi dari dalam diri, fokus, sabar, dan telaten.

“Dan tak kalah pentingnya, adalah latihan presentasi dan tanya jawab melalui bimbingan intensif oleh pembina, tentor, dan guru bahasa Inggris karena dalam presentasi dan tanya jawab menggunakan bahasa Inggris,” terang dia.

Kerja keras siswa MAN 1 Lamongan akhirnya membuahkan hasil. Pihaknya mendapatkan medali perunggu dalam perlombaan bergengsi tingkat nasional tersebut. Tim yang mendapatkan medali dalam event ISPO tersebut beranggotakan M. Nizar Sholahuddin Nugraha (XI MIPA-7) dan Ahmad Zhoriv Ramadhan (XI MIPA-4)

Suasana penyerahan hadiah bagi para juara dalam Indonesian Sains Projects Olympiad (ISPO) yang diselenggarakan Eduversal dan Kharisma Bangsa Tangerang Selatan

4). Dalam ISPO, mereka melombakan hasil karyanya dengan judul “Kentakir; Pengaruh ekstrak kentakir  (kulitang kentang hitam dan daun kenikir) dalam menghambat proliferasi dan apoptosis sel HeLa (sel leher rahim)”. “Semoga tahun depan lebih baik lagi,” harap dia.

Selain dalam perlombaan ISPO, siswa MAN 1 Lamongan juga lolos masuk final dalam perlombaan di ITS Surabaya. “Memang, hanya satu dari empat tim yang kita kirim tapi yang bikin senang karena dari seluruh finalis, yaitu 18 finalis sudah mendapatkan medali ada emas 3, perak 5 dan perunggu 10,”  ujar dia,

Sementara itu, Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih siswa MAN 1 Lamongan. Dikatakan, dirinya bangga atas prestasi tersebut. Diharapkan, prestasi itu nanti juga diikuti prestasi-prestasi lain yang lebih membanggakan lagi. “Dan semoga prestasi ini membawa manfaat dan berkah untulk semuanya,” komentar Akhmad Najikh (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here