Siswa MAN 1 Lamongan Dapat Medali NIPRO KTI Tingkat Nasional

0
804
Siswa MAN 1 Lamongan kelas XI MIPA-5, M. Bagus Muzakki Nugraha dan Ilun Nahdyah bersama para pemenang lainnya menerima medali di atas panggung dalam perlombaan NIPRO yang digelar ITS Surabaya

Lamongan-Siswa MAN 1 Lamongan terus bertabur prestasi. Setelah mendapat medali dalam event Indonesian Sains Projects Olympiad (ISPO) tingkat nasional yang diselenggarakan Eduversal dan Kharisma Bangsa Tangerang Selatan, kini siswa MAN 1 Lamongan juga dapat prestasi lagi. Kali ini, siswa MAN 1 Lamongan berhasil meraih medali perunggu dalam event National Innovation Project (NIPRO) ITS Surabaya.

Siswa MAN 1 Lamongan yang mendapat medali dalam perlombaan tersebut adalah siswa kelas XI MIPA-5, M. Bagus Muzakki Nugraha dan Ilun Nahdyah (XI MIPA5). Keduanya tergabung dalam satu tim di perlombaan yang diikuti 309 peserta dari seluruh wilayah di tanah air. “Alhamdulillah, siswa kita berhasil menang lagi dan dapat medali di kejuaraan ini,” kata Pembina KIR MAN 1 Lamongan, Siti Khofilah.

Dijelaskan, jumlah peserta yang ikut dalam perlombaan tersebut sebanyak 309 tim atau judul KTI (Karya Tulis Ilmiah) dari seluruh provinsi di tanah air. Dari total peserta yang ikut, panitia kemudian menyaring dan yang dinyatakan lolos masuk final ditetapkan sebanyak 18 tim.  Di perlombaan itu, lanjut dia, pihaknya mengirimkan empat tim, namun yang berhasil masuk final bersama 18 finalis lainnya hanya satu, yakni tim beranggotakan M. Bagus Muzakki Nugraha dan Ilun Nahdyah.

Dalam event tersebut, jelas dia, tim MAN 1 Lamongan yang berhasil lolos masuk final tersebut mengangkat hasil karya atau produk “GLAUCANIZER”. Karya Tulis Ilmiah (KTI)  yang dilombakan diberi judul: Hand Sanitizer dari Ekstrak Daun Petai Cina dan Lemon Sebagai Solusi Praktis Pencuci Tangan tanpa Menggunakan Air. “Karya siswa kita masuk dalam kategori inovasi produk,” jelas dia.

Siswa MAN 1 Lamongan kelas XI MIPA-5, M. Bagus Muzakki Nugraha dan Ilun Nahdyah bersama dewan juri lomba NIPRO yang digelar ITS Surabaya

Sebelum perlombaan dilakukan, lanjut dia, siswanya melakukan banyak persiapan. Sebelum mendaftar, siswanya membuat proposakl sebagai syarat awal untuk ikut perlombaan. Draf proposal dibuat dengan mendasarkan pada hasil penelitian pembuatan ekstrak Glaucanizer di Laboratorium Biologi MAN 1 Lamongan dan Dinkes Lamongan. Hasilnya dibukukan dalam pembahasan, sehingga menjadi laporan hasil penelitian.

“Ini dilakukan hanya sekitar dua minggu mulai 2-16 Februari 2019. Kita mendaftarkan empat tim namun yang lolos ke babak final hanya 1 tim,” tutur dia.

Diakui, dalam pembuatan karya tulis kali ini perlu perbaikan dan pengembangan dalam hal pengujiannya karena menurut juri perlu ada penelitian lebih lanjut. Ia juga mengakui memang pembuatan karya tulis ini sangat singkat.

“Tapi alhamdulillah masih dapat medali perunggu karena saya tidak yakin kalau ini akan masuk final,” ujarnya. Bahkan, lanjut dia, dirinya justru mengharapkan judul lainnya yaitu pengawet sayur-sayuran dari kulit buah naga yang bisa masuk final, namun tidak masuk. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here