Pelatihan Hanifida, Siswa MAN 1 Lamongan Hafal Asma’ul Husna dan Juz 30

0
539

Lamongan-Siswa MAN 1 Lamongan terus dimanjakan dengan berbagai fasilitas dan akses untuk bisa meningkatkan kemampuan diri. Siswa tidak hanya difasilitasi untuk jadi juara di berbagai ajang perlombaan di tingkat provinsi dan nasional, tetapi juga kemampuan dalam menghafal Al-Qur’an, tanpa harus terbebani kegiatan rutinitas sehari-hari. Salah satunya dengan kegiatan pelatihan Metode Hanifida selama tiga hari.

Kegiatan pelatihan ini digelar mulai Selasa (5/3/2019) di aula MAN 1 Lamongan. Mereka diberi fasilitas dan akses untuk menghafal asma’ul husnah dan menghafal Al-Qur’an juz 30. Meski hanya tiga hari, peserta dipastikan bisa hafal semua sesuai target karena metode yang dipakai adalah sebuah metode temuan yang menggabungkan aktivasi otak tengah dan kanan. Hafalan yang didapat juga bisa diingat secara acak sekalipun, baik dari depan ke belakang, dari belakang ke depan, atau bahkan dari tengah ke depan belakang.

Kegiatan ini digelar atas kerjasama dengan management Hanifida yang tengah ulang tahun di tahun ini. Di ulang tahunnya, pihak Hanifida menawarkan program dengan biaya sangat murah bagi peserta yang ingin ikut. Pimpinan madrasah sangat mensupport atas waran tersebut. Dan yang berminat untuk ikut, bukan hanya para siswa MAN 1 Lamongan, tetapi juga siswa dan guru dari sekolah lain di luar juga berminat, bahkan kalangan umum juga ingin bergabung.

Sesuai data yang masuk, para peserta bukan hanya berasal dari Lamongan, tetapi juga dari Sidoarjo dan Probolinggo. Pesertanya pun beragam, mulai dari siswa SD dan MI kelas IV dan VI, juga ada siswa SMP. Di antara mereka juga terlihat ada yang sudah pensiunan ikut bergabung dalam kegiatan pelatihan menghafal Asma’ul Khusna dan 3 juz Al-Qur’an.

“Sebelum mulai, tolong rumusnya ini difahami, sehingga bisa menerapkan metode ini,” kata ustadzah Maftuhah yang mengawali kegiatan pembelajaran.

Kegiatan berlangsung sangat menyenangkan, tidak tegang menghafal seperti bayangan pertama. Para peserta diajak bermain dan santai sambil berimajinasi sebuah gambar dan cerita. Metode ini membuat peserta enjoy, bahkan peserta dari kalangan tua juga menikmati karena tidak harus tegang menghafal. Kegiatan berlangsung rileks, dan tanpa disadari mereka pun hafal asma’ul husnah pada hari pertama dan kedua. Penguatan hafalan dilakukan dengan dibentuk kelompok per kelompok.

“Eman… ya, nggak bisa ikut. Saya sebenarnya ingin ikutu, tapi ….,” kata salah satu guru yang terlihat menyesal tidak bisa ikut. “Ada kegiatan seperti ini, kapan?” tanya dia.  (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here