Diuji Lima Guru Besar, Guru MAN 1 Lamongan Raih Gelar Doktor

0
802

 

UJIAN TERBUKA DOKTOR. Guru MAN 1 Lamongan Dwi Aprilianto, Lc.M.Hi mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka yang digelar UIN Sunan Ampel Surabaya

Lamongan-Guru MAN 1 Lamongan meraih gelar doctor. Salah satu guru yang sukses meraih gelar puncak dalam pendidikan tersebut adalah Dwi Aprilianto, Lc.M.Hi. Guru ilmu kalam yang merupakan lulusan Mesir ini meraih gelar doctor setelah berhasil mempertahankan desertasinya dalam Ujian Terbuka yang digelar oleh Program Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Senin (20/4/2020).

Dalam Ujian Terbuka secara online tersebut, Dwi Aprilianto yang juga merupakan dosen Universitas Islam Lamongan (Unisla) tersebut memperahankan disertasinya berjudul: Tarjih maqasidy kebijakan deradikalisasi narapidana terorisme di Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Dwi Aprilianto mengaku mengangkat judul itu dilatarbelakangi oleh problematika lembaga pemasyarakatan (lapas) yang membaurkan narapidana teroris dan narapidana umum tanpa ada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dan juga tidak adanya program berkelanjutan. Serta penanganan masih bersifat grup tidak personal. Ini yang menjadi concern saya dalam disertasi ini,” jelas guru yang murah senyum ini.

Dwi Aprilianto, Lc.M.Hi.

Perhatian Dwi Aprilianto terhadap penanganan narapidana terorisme didukung banyak pihak. Bahkan, guru besar, Prof Ali Haidar MA dan Dr Ahmad Imam Mawardi MA bersedia menjadi promotor penelitiannya untuk jadi disertasi. Hingga, disertasi yang dikerjakan selama berbulan-bulan itu akhirnya rampung dan diujikan. Dan dalam ujian terbukannya, disertasi yang merupakan hasil penelitian di seluruh lapas Jawa Timur tersebut diuji oleh lima guru besar sekaligus.

Kelima guru besar yang menguji disertasi Dwi Aprilianto, Lc.M.Hi. tersebut adalah Prof. Dr H. Aswadi, M.Ag, Prof. Dr. H. Ali Haidar, M.Ag yang juga sekaligus sebagai promotornya, Prof. Dr H. Su’aidi Asyari, M.A, Ph.D, dan Prof. Dr Achmad Jainuri, M.A, Ph.D. Selain kelima guru besar tersebut, dua penguji lainnya adalah Dr Ahmad Imam Mawardi MA dan Dr. H. Hammis Syafaq, M.FiLI.

Selain mereka, ujian terbuka yang digelar secara online dengan aplikasi zoom tersebut juga disaksikan oleh Rektor Unisla Bambang Eko Mulyono, Direktur Pasca Sarjana Unisla Dr Suyuthi, Dekan FAI Unisla Victor Imaduddin Ahmad, dan juga Founder Yayasan Prasasti Perdamaian (Singapura) Noor Huda Ismail, juga Kepala MAN 1 Lamongan Drs Akhmad Najikh, M.Ag.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Lamongan Akhmad Najikh menyatakan bahwa dirinya atas nama pribadi dan institusi MAN 1 lamongan mengucapkan syukur alhmdulillah kepada Allah Swt atas perestasi pendidikan yang diperoleh Dwi Aprilianto mendapat gelar doctor. “Mudah-mudahan ini bisa memotivasi para guru dan pegawai di lingkungan MAN 1 lamongan untuk selalu menambah keilmuannya,” harap Akhmad Najikh dengan nada bangga.

Selain itu, lanjut orang nomor satu MAN1  Lamongan ini, menambah daya tarik institusi MAN 1 lamongan bagi masyarakat umum. Dirinya berharap pencapaian gelar doctor bagi guru MAN 1 Lamongan ini bisa meningkatkan prestise institusi MAN 1 lamongan di lingkungan Kemenag. “Dan saya berharap juga pada yang bersangkutan untuk benar-benar bisa lebih meningkatkan dedikasi dan pengabdiannya kepada MAN 1 Lamongan,” pungkasnya. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here