Jurnal Cendekia Tetap Terbit di Tengah Pandemi COVID-19

0
286

Alhamdulillah, Bisa Terbit di Tengah Pandemi COVID-19

 Roudlon, M.Pd (Pemimpin Redaksi)

Seorang motivator Muslim Dunia, Dr Ibrahim Elfiky dalam bukunya “Seven Secrets of Personal Power” (2002) pernah mengatakan: Anda itu hebat. Jauh lebih hebat dari yang Anda bayangkan (You are the wonderfull than you think). Kalimat yang dilontarkan Ibrahim Elfiky ini memiliki makna cukup dalam sekaligus menggugah kita semua, terutama di tengah pandemi virus corona ini. Apakah situasi ini harus memaksa kita menyerah, hingga tidak berbuat apa-apa, termasuk apakah jurnal Cendekia edisi ini sampai harus vacum karena kondisinya tidak memungkinkan?

Itulah pertanyaan yang ada di benak jajaran redaksi crew. Berbagai cara dan strategi dicoba dilakukan untuk menormalkan prosedur kerja dan kinerja bersama.  Tentu, itu bukan persoalan mudah apalagi menyangkut banyak hal dan standard operasional prosedur (SOP) ilmiah yang harus dilalui untuk menghasilan sebuah karya ilmiah seperti jurnal ilmiah Cendekia. Dan alhamdulillah, semua bisa dilalui sehingga jurnal Cendekia volume 4 nomor 01 tahun 2020 ini bisa terbit sesuai dengan schedule yang telah ditetapkan bersama.

Untuk edisi kali ini, ada banyak karya ilmiah dari banyak penulis dari latar belakang berbeda. Rata-rata karya tulisannya merupakan hasil penelitian, baik penelitian tindakan kelas (PTK) maupun research murni. Salah satunya penelitian yang dilakukan guru biologi Hartini yang melakukan penelitian tentang model pembelajaran project based learning pada materi fase inspirasi dan ekspirasi sistem pernafasan. Penelitian itu dilakukan mencari model dan pendekatan baru, sehingga siswanya tidak mengalami kesulitan lagi dalam belajar, terutama dalam materi sistem pernafasan pada  manusia  di  kelas  XI  MAN 1 Lamongan.

Dalam penelitian, Hartini melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran project based learning. Dengan model ini diharapkan siswa termotivasi dan hasil belajarnya akan lebih optimal. Penelitian ini sekaligus dilakukan sebagai upaya untuk  sosialisasi model pembelajaran project based learning kepada guru mata pelajaran di sekolah. Adapun metodenya, penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research yang disingkat CAR atau penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Penelitian lain juga tidak kalah menarik seperti seperti yang dilakukan guru Ekonomi MAN 1 Lamongan, Jumiah, yang mengangkat hasil penelitiannya tentang pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) eksperimen. Dalam penelitannya, Jumi’ah mengembangkan LKS eksperimen dengan model guided inquiry untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.Hasilnya, luar biasa. Penelitian yang dilakukan pada kelas XII tersebut memberikan dampak luar biasa pada tingkat pemahaman materi bahkan rata-rata siswanua mengalami peningkatan keterampilan kritisnya dengan metode yang dikembangkannya tersebut.

Karya lain yang tidak kalah menariknya adalah yang dilakukan kepala MTs Negeri 1 Lamongan, Sutar dengan melakukan penelitian penerapan model pembelajaran group investigation. Penelitiannya dialkuakn untuk menguji apakah penerapan model tersebut bisa meningkatkan hasil belajar atau tidak dalam mata pelajaran IPS. Hasilnya, ternyata mampu meningkatkan hasil belajar IPS. Disebutkan bahwa penelitian yang menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif tersebut mampu meningkatkan pemahaman hingga nilai rata-rata pada pra siklus 74,81, pada siklus I 80,66, dan nilai rata-rata siklus II adalah 82,22. Hal yang sama juga terjadi pada peningkatan jumlah siswa yang mencapai batas minimal ketuntasan (> 71). Sebelum tindakan, 19 siswa (55,88%) mencapai batas minimal ketuntasan, siklus I sebanyak 25 siswa (73,53%), dan siklus II menjadi 31 siswa ( 91,18% ).

Berbeda dengan Sutar, penulis lainnya seperti M. Saiful Chambali lebih memilih mengangkat penelitian tentang penerapan model pembelajaran actual learning. Guru MAN 2 Lamongan ini coba melakukan  penelitian untuk mengukur penerepan model tesebut dengan peningkatan prestasi belajar aqidah akhlaq siswanya. Metode ini dipakai dengan tujuan untuk mengetahui dua hal. Yakni, apakah metode Actual Learning dapat menumbuhkan semanagat peserta didk dalam belajar? Dan apakah dengan metode Actual Learning dapat meningkatkan hasil belajar? Hasilnya, disimpulkan metode actual learning ternyata mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode actual learning dapat mengembangkan daya nalar, sikap saling menghargai, saling bekerja sama dan sikap demokratis. Metode actual learning dapat meningkatkan prestasi belajar.

Sementara penulis lainnya, Siti Muzayati Rohmah lebih memilih melakukan penelitian pada penerapan metode diskusi kelompok dan pemberian tugas. Guru Bahasa Indonesia MAN 1 Lamongan ini mencoba melakukan research terhadap metode tersebut untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks cerita fiksi dalam novel. Hal yang ingin diteliti adalah apakah penerapan metode itu mampu meningkatkan prestasi belajar bahasa indonesia atau tidak?

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan ternyata penerapan metode diskusi kelompok dan resitasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini didukung dengan data penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan tes tertulis yang dilakukan pada pertemuan kedua di setiap siklusnya. Pada saat pra siklus, ketuntasan siswa hanya 48,15%, setelah dilaksanakan siklus I dengan metode diskusi kelompok dan resitasi persentase ketuntasan prestasi belajar siswa sebesar 74,07% kemudian pada tindakan siklus II, ketuntasan prestasi belajar mencapai 100%.

Menariknya lagi, penerapan metode diskusi kelompok dan resitasi juga dapat meningkatkan indikator prestasi belajar siswa kelas XII MIPA-3 MA Negeri 1 Lamongan. Indikator prestasi belajar siswa terdiri dari kognitif, afektif dan psikomotor. Pada siklus I indikator prestasi belajar siswa memperoleh skor akhir 65%. Artinya, indikator prestasi belajar siswa berada pada kriteria baik. Pada siklus II skor akhir indikator prestasi belajar siswa mencapai 89% sehingga berada pada kriteria sangat baik.

Tidak kalah menariknya lagi, ada juga penulis yang menulis karya ilmiahnya dengan bahasa Inggris, yakni Syaikhul Hadi. Guru MAN 2 Lamongan ini mengirim naskah artikel ilmianya dengan tema: The use of numbered heads together to improve the 10th social four grade students’ desdriptive text reading comprehension achievement. Tulisannya tersebut merupakan hasil penelitian penerapan tehnik Numbered Heads Together (NHT) sebagai teknik alternatif dalam mengajar membaca. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan Numbered Heads Together dalam pengajaran teks deskriptif dan menggambarkan pemahaman membaca siswa dalam penerapan Numbered Heads Together. Subjek penelitian ini adalah siswa di kelas X MAN 2 Lamongan. Penelitian ini adalah studi kasus kualitatif yang dilakukan dalam dua pertemuan, pertemuan pertama guru hanya mengajarkan teks deskriptif tanpa teknik, pada pertemuan berikutnya guru memperkenalkan teknik dan menerapkannya di kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Numbered Heads Together mendorong siswa berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan. Setelah menggunakan teknik ini, jumlah siswa yang mendapatkan prestasi baik meningkat. Ini berarti bahwa pemahaman membaca siswa lebih baik setelah penerapan NHT. Kesimpulannya, NHT adalah teknik yang baik untuk digunakan dalam pengajaran teks deskriptif, terutama untuk siswa kelas sepuluh, karena membantu siswa mengatasi kesulitan mereka dalam membaca, menciptakan suasana positif di kelas, dan membangun interaksi yang baik untuk guru dan siswa. siswa.

Jadi, edisi kali ini tidak kalah dengan edisi-edisi sebelumnya. Dan untuk bisa tahu bagaimana hasil penelitian, ada baiknya dibaca jurnal Cendekia edisi volume 04 nomor 01 Januari-Juni tahun 2020. Semoga bermanfaat. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here