Sabtu, 27 Nov 2021
  • Agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta. Dan ilmu pengetahuan tanpa agama adalah lumpuh.

Sejarah dan Profil

Share Agar Bermanfaat!!

Anda tahu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan? MAN 1 Lamongan merupakan salah satu madrasah di tanah air di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) RI yang berada di daerah Lamongan. Dan menjadi satu-satunya madrasah yang meraih predikat Internasional, ISO 9001 : 2015.

Selain meraih predikat ISO, MAN 1 Lamongan juga terpilih jadi madrasah peraih SNI Award kategori perak dua tahun berturut-turut (2017 dan 2018). Juga berhasil meraih penghargaan sebagai Madrasah Adiwiyata Mandiri 2018. Juga ditunjuk sebagai Madrasah Keterampilan dan Madrasah Program SKS (Sistem Kredit Semester). Berbagai penghargaan tersebut kian menyempurnakan atas berbagai prestasi siswa, baik di tingkat regional maupun nasional.

VIDEO PROFILE MAN 1 Lamongan

(klik di sini: https://www.youtube.com/watch?v=gH6veh6M5qo

MAN 1 Lamongan sendiri dulunya bernama MAN Lamongan, dan kini diubah jadi MAN  1 Lamongan. MAN 1 Lamongan berdiri sejak tahun 1980, bermula dari MAN Bangkalan Madura yang direlokasi ke Lamongan, kemudian berubah menjadi MAN Lamongan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) RI Nomor  27 Tahun 1980. Sebelum KMA RI tentang Relokasi tersebut diterbitkan, MAN Bangkalan sebagai embrio MAN Lamongan telah menyelenggarakan proses Kegiatan Belajar Mengajar di Lamongan sejak tahun pelajaran 1979.

Kebijakan relokasi ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi / menjembatani ketidakseimbangan jumlah Madrasah Negeri, baik antar jenjang maupun antar lokasi propinsi, sebagai akibat penegerian madrasah swasta, serta alih fungsi beberapa Sekolah Agama Islam Negeri menjadi Madrasah Negeri, sebagai strategi pengembangan madrasah pada tahun 1967-1978. (Lihat Sejarah Perkembangan Madrasah, Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI, Cet II, Edisi Revisi, Tahun 1999/2000). Kemudian dalam perjalanan selanjutnya Madrasah ini berubah namanya menjadi Madrasah Aliyah Negeri 1 Lamongan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 675 tanggal 17 Nopember tahun 2016, tentang Perubahan nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Provinsi Jawa Timur.

Sebelum menempati gedung milik sendiri di Jalan Veteran, Madrasah ini pada masa-masa awal perjalanannya masih harus meminjam gedung Sekolah Tehnik Negeri (sekarang SMPN 4 Lamongan) sebagai tempat penyelenggaraan Kegiatan Proses Belajar Mengajar, tentu saja pelaksanaannya menunggu proses KBM di STN selesai, yakni setelah jam 12.00 WIB.   Kemudian seiring dengan semakin meningkatnya jumlah siswa dan terbatasnya lokal belajar yang ada di STN, maka pada tahun kedua disamping di STN, pelaksanaan Kegiatan Proses Belajar Mengajar juga menempati gedung Kantor Departemen Agama Kab. Lamongan di Jl. KHA. Dahlan. Baru pada tahun pelajaran 1984/1985 setelah mendapatkan proyek pembangunan  1 unit gedung  dengan 3 lokal belajar, 1 ruang administrasi dan guru serta 1 ruang kepala, proses KBM bisa menempati gedung sendiri diatas areal tanah seluas 3.096 M2, itupun baru 3 kelas, sementara 2 kelas lainnya masih menempati gedung Kandepag Kab. Lamongan, dan baru tahun 1985 secara keseluruhan KBM dapat dilaksanakan di gedung milik sendiri tepatnya di Jl. Veteran No 43 Lamongan. (Hasil wawancara dengan Drs. H. Rusjdi, beliau adalah PLH Kepala Madrasah sebelum ditetapkannya Kepala Madrasah Definitip dan Drs. H. Suwarno Kepala Madrasah Definitip yang pertama).

Sejak direlokasi ke Lamongan tahun 1979 kemudian resmi menjadi MAN Lamongan tahun 1980, selanjutnya berubah lagi menjadi MAN 1 Lamongan, Madrasah ini telah mengalami beberapa kali pergantian kepala. Dimulai dari Drs. Rusjdi (yang saat itu Pergurais Kandepag Kab. Lamongan) sebagai PLH Kepala Madrasah tahun 1979-1980, kemudian digantikan Drs. Suwarno (1980-1989), dilanjutkan Drs.  Busiri (1989-1993), disusul H. Endro Soeprapto, BA. (1993-1999), kemudian digantikan oleh Drs. H. Imam Ahmad M.Si,dari tahun 1999 sampai April 2005, diteruskan oleh Drs. H. Abd. Mu’thi, SH, M.Pd. dari April 2005 – Oktober 2008. dan Nopember 2008 s/d Pebruari 2010 tongkat kepemimpinan madrsah ini dipegang oleh Drs. H. Supandi, M.Pd. Kemudian mulai 5 Maret 2010 sampai 2 Juli 2012, madrasah dipimpin Drs. H.M. Syamsuri, M.Pd. Mulai 3 Juli 2012 sampai sekarang Kepala Madrasah dijabat oleh Drs. Akmad Najikh, M.Ag.

Di bawah kepemimpinan para kepala madrasah tersebut, MAN 1 Lamongnan setapak demi setapak melangkah maju ke depan dan terus mengalami dinamika dan perkembangan menggapai mimpi besarnya yang dituangkan dalam visinya yakni “Terwujudnya Madrasah Digital yang Unggul, Berkarakter, Terampil dan Berbudaya Lingkungan.

Visi, Misi dan Sasaran Mutu Madrasah

Visi :

Terwujudnya Madrasah Digital yang Unggul, Berkarakter, Terampil, dan Berbudaya Lingkungan

Misi :

  1. Melakukan penguatan infra struktur menuju Madrasah Digital
  2. Melakukan layanan madrasah berbasis IT
  3. Meningkatkan kredidilitas dan akuntabilitas kinerja madrasah
  4. Memenuhi kebutuhan sarana prasarana Madrasah sesuai Standart Nasional Pendidikan dan SNI
  5. Memelihara dan Merawat Sarana dan Prasarana Madrasah
  6. Meningkatkan kelancaran informasi dan komunikasi baik internal maupun external
  7. Melakukan pengembangan kurikulum sesuai dengan kekhasan Satuan Pendidikan
  8. Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, menyenangkan, dan berbasis IT
  9. Menfasilitasi peserta didik, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk berprestasi
  10. Menyiapkan SDM yang kompeten dan kompetitif
  11. Membiasakan warga madrasah untuk memiliki kedalaman spiritual dan keagungan akhlak
  12. Menyelenggarakan program keterampilan yang sesuai kebutuhan peserta didik dan masyarakat
  13. Membiasakan warga madrasah untuk peduli lingkungan

Sasaran Mutu Madrasah :

  1. Terpenuhinya infra sruktur menuju Madrasah Digital
  2. Terlaksananya layanan madrasah berbasis IT
  3. Terwujudnya peingkatan trust / kepercayaan masyarakat terhadap MAN 1 Lamongan
  4. Tercapainya pengelolaan pembiayaan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku, transparan, efisien, efektif, dan akuntabel di semua unit kerja
  5. Tersedianya sarana prasarana madrasah sesuai Standart Nasional Pendidikan dan SNI
  6. Terpeliharanya dan terawatnya Sarana dan Prasarana Madrasah
  7. Terwujudnya kelancaran informasi dan komunikasi baik internal maupun external
  8. Terwujudnya kurikulum yang memenuhi regulasi, mencakup semua program yang dikembangkan dan sesuai dengan kekhasan satuan pendidikan
  9. Terwujudnya pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, inovatif, menyenangkan, dan berbasis IT
  10. Terlaksananya Bimbingan Karir dan Bimbingan Konseling
  11. Tersedianya kesempatan dan peluang bagi peserta didik, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk berprestasi
  12. Terwujudnya peningkatan prestasi peserta didik baik akademik meupun non akademik
  13. Terwujudnya peningkatan kompetensi dan profesionalitas Sumber Daya Manusia Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  14. Terwujudnya peningkatan Karakter Relegius di kalangan warga madrasah
  15. Terwujudnya peningkatan Karakter Sosial ( Disiplin, Jujur dan Peduli) di kalangan warga madrasah
  16. Terwujudnya lulusan program keterampilan yang berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri) dan masyarakat
  17. Terwujudnya peningkatan prestasi keterampilan peserta didik
  18. Tersedianya Kebijakan peduli dan berbudaya lingkungan
  19. Terlaksananya Pembiasaan kegiatan kebersihan, kesehatan dan keindahan lingkungan

Struktur Organisasi

Struktur  Organisasi  merupakan  komponen  penting  yang  harus  ada dalam sebuah organisasi, dengan adanya struktur organisasi  akan tergambar kejelasan tugas wewenang dan tanggungjawab dari masing-masing personal atau unit kerja yang ada, selain tugas wewenang dan tanggungjawab juga tergambar kejelasan kedudukan masing-masing personal  atau  unit  kerja  serta kejelasan jalur hubungan  bahkan tergambar juga uraian tugas secara umum dari masing-masing personal atau unit kerja yang ada. Adapun struktur organisasi MAN 1 Lamongan sebagaimana tergambar dalam bagan di bawah ini .

Ketenagaan

Tenaga kerja merupakan bagian penting dari sumber daya yang harus disiapkan oleh sebuah organisasi untuk mencapai visi dan misinya. Oleh karena itu Manajemen Madrasah memenuhi ketercukupan sumber daya manusia yang dibutuhkan, bukan saja secara kwantitatif, tetapi secara kwalitatif dari sisi kwualifikasi dan kompetensinya. Kompetensi tenaga kerja terus menerus ditingkatkan dan dipastikan sesuai dengan kwalifikasi yang dibutuhkan, untuk melaksanakan program-program yang dirumuskan dalam rangka mencapai Visi Misi Madrasah.

Rekrutmen tenaga kerja -jiika diperlukan- dan pembagian tugas dilakukan dengan mempertimbangkan kwalifikasi dan kompetensi yang dimiliki tenaga kerja.  Semua sumber daya manusia yang dimiliki dilibatkan dalam menentukan kebijakan strategis yang diambil sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan kewenangannya. Disamping itu Madrasah juga memberikan ruang dan kesempatan kepada seluruh tenaga kerja untuk bisa menjadi staf berjiwa pembelajar, melalui kegiatan-kegiatan peningkatan kompetensi, diantaranya pendidikan dan pelatihan, workshop dan loka karya serta pengimbasan keilmuan dan keterampilan yang  dimiliki  bahkan organisasi menyediakan wadah untuk menuangkan pemikiran dan hasil penelitiannya untuk bisa diakses oleh pihak-pihak lain (Jurnal Cendekia) hingga terwujud partisipasi yang bisa merekatkan  antara SDM dengan pencapaian Visi misi dan Sasaran Mutu Madrasah.

Rasio jumlah tenaga pendidik dibandingkan jumlah siswa, saat ini sudah mencukupi ( 1 orang guru : 12 peserta didik). Secara rinci kualifikasi tenaga kerja yang dimiliki MAN 1 Lamongan dalam rangka mencapai Visi Misi serta Sasaran Mutu Madrasah dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Peserta didik

Adapun jumlah peserta didik MAN 1 Lamongan untuk tahun 2020-2021 baik menurut latar belakang pendidikan, jenis kelamin, menurut kelas dan peminatan, menurut Profesi, Latar belakang pendidikan dan Pendapatan Orang Tua dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Sarana Prasarana

Disamping tenaga kerja, sumber daya lain yang tak kalah pentingnya yang harus disiapkan oleh sebuah organisasi adalah sarana dan prasarana, mulai dari tanah, bangunan hingga mesin dan peralatan. MAN 1 Lamongan berdiri di atas tanah seluas 17.492 m2. Seluas 4000 m2 atau  22 % pengadaannya dipenuhi oleh Pemerintah melalui dana APBN, sementara sisanya seluas 13.492 m2 atau  78 % secara bertahap pengadaannya melibatkan partisipasi wali murid mulai tahun 1988 hingga tahun 2021.

Demikian juga gedung-gedung baik ruang pembelajaran maupun gedung perkantoran serta gedung-gedung lain sebagai sarana penunjang pembelajaran seperti perpustakaan, laboratorium, masjid, aula, asrama, kantin, semuanya dipenuhi oleh organisasi dan ukurannya sesuai dengan standart nasional pendidikan bahkan melebihi, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kesehatan para penggunanya. Sebagaimana pengadaan tanah, pengadaan gedung disamping dipenuhi oleh pemerintah melalui dana APBN, secara bertahap  juga melibatkan partisipasi wali murid, dan pengadaannya mengacu pada ketentuan perundang-undangan melalui proses tender. Dari 58 ruang, 26 ruang atau 44 % dipenuhi oleh pemerintah sementara sisanya 32 ruang atau 56 % secara bertahap dipenuhi oleh wali murid.  Sementara gedung penunjang pembelajaran yang lain seperti 1 unit jembatan menuju lokasi madrasah, 3 unit gedung keterampilan, 1 unit Aula, 1 unit Asrama dipenuhi oleh dana APBN dan 1 unit  Masjid, 1 unit gedung Koperasi dipenuhi dari dana Komite, kemudian 1 unit Kantin dibangun dari dana kemitraan .

Sementara itu organisasi juga memenuhi kebutuhan mesin dan peralatan, seperti mebelair, komputer dan lap top, printer dan foto copy, CCTV, Server serta mesin dan peralatan yang lain proses pengadaannya dipenuhi oleh pemasok atau rekanan yang telah diseleksi kelayakan dan keabsahannya menurut perundang-undangan yang berlaku serta mengacu pada Standard Nasional Indonesia, diutamakan produksi dalam negeri.

Seluruh sarana dan prasarana, baik gedung maupun mesin dan peralatan, oleh oraganisasi dipastikan terawat dan terpelihara dengan baik melalui penerapan standard 5 R dan program-progran perawatan dan pemeliharaan yang dituangkan dalam RKTM (Rencana Kegiatan Tahunan Madrasah) yang disusun dengan melibatkan semua komponen madrasah yang terkait.

Penulis: Drs. A. LUTHFI, M.Si. M.Pd.I (Kepala Penjaminan Mutu MAN 1 Lamongan).


Share Agar Bermanfaat!!
KELUAR