
LAMONGAN – Kegiatan Expo Keterampilan Nasional (EXTRANAS) MA Plus Keterampilan dan MAKN ke-8 tahun 2026 berlangsung semarak. Kegiatan tahunan yang dipusatkan di MAN 1 Lamongan mulai 10-12 September 2026 diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya adalah kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Jumat (11/9/2026). Kegiatan FGD terlihat istimewa karena mendapat perhatian Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi. Sebagai bentuk apresiasinya pada kegiatan Extranas, orang nomor satu Lamongan ini mempersilakan memanfaatkan ruang Gajah Mada kantor Pemkab Lamongan lantai 7 sebagai tempat acaranya. Hadir dalam kegiatan tersebut dua narasumber yakni Kasubdit Vokasi dan Inklusi Kemenag RI Dr. Anis Masykhur, S.Ag., M.A dan Lucky Herawati.

Acara ini mendapat respon antusias dari sejumlah madrasah di tanah air. Tercatat sebanyak 368 guru dan kepala madrasah dari 19 provinsi hadir di acara tersebut. Dalam kesempatan itu, Anis Masykuri membawa materi “Kebijakan Peningkatan Mutu Madrasah Aliyah plus Keterampilan dan MAKN dalam rangka Berkontribusi untuk Dunia”. Anis mendorong kepada madrasah untuk tidak hanya semata-mata meniru kemajuan yang terjadi, tetapi mengkreasi sendiri dari potensi yang dimiliki madrasah. “Kalau kita hanya focus mengejar ketertinggalan, maka kita pasti akan kalah terus,” pesan Anis pada para peserta yang hadir.
Anis lalu mencontohkan untuk membuat terobosan menciptakan alat pendeteksi najis. Bagi kalangan umum, alat tersebut pasti tidak menjadi perhatian, tetapi alat tersebut di kalangan muslim tentu akan sangat bermanfaat dan dibutuhkan. Dan bila ada siswa madrasah sampai menemukan alat seperti ini akan menjadi catatan bersejarah. “Nah, hal-hal seperti inilah yang patut jadi concern kita, daripada harus mengejar ketertinggalan di dunia tekonologi Barat, pasti akan kalah terus,” tegas Anis.

Tak hanya berhenti pada FGD, pada malam harinya para serta Extranas juga mengikuti dua event besar lagi. Para kepala madrasah mengikuti kegiatan rapat kerja nasional (Rakernas) di Hotel Grand Wisma Lamongan, Jalan Pahlawan, sementara para guru menghadiri kegiatan Workshop Guru MA Plus Keterampilan dan MAKN di Aula MAN 1 Lamongan. Dalam kegiatan rakernas, juga menghadirkan dua narasumber, yakni Dirjen Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Ahnas, S.Ag., M.Si dan Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Dr H. Kastolan, S.Pd., M.Si., CGCAE. Sementara, kegiatan Workshop dihadiri dua narasumber Direktur Kadin Institute Dr. Nurul Endah Susanti dan Kasubdit Vokasi dan Inklusi Kemenag RI Dr. Anis Masykhur, S.Ag., M.A.

Dalam rakernas, Dirjen KP2MI Ahnas, S.Ag., M.Si banyak membicarakan persoalan dunia usaha dan dunia indutri. Ahnas mendorong dan mendukung keduanya, dunia usaha dan dunia industry disatukan menjadi satu peluang yang bisa dijadikan sebagai peluang bagi lulusan madrasah keterampilan. Hal senada dengan Ahnas, di kegiatan Workshop, Direktur Kadin Institute Dr. Nurul Endah Susanti juga memberi gambaran peluang yang bisa diambil oleh madrasah keterampilan. “Sebenarnya ada banyak peluang yang bisa diambil di sini,” kata Nurul Endah sambal menunjukkan data milik Kadin.

Nurul lalu menawarkan kepada madrasah untuk bisa bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Indutri (KADIN) Provinsi Jawa Timur. Tawaran itu pun langsung disambut antusias para peserta yang hadir. Salah satu peserta dari MAN Kediri misalnya, menyampaikan keluh kesanya selama ini yang merasa kesulitan untuk mencari akses dengan KADIN. Padahal, madrasah selama ini sudah siap melakukan kegiatan sertifikasi siswa keterampilan, sebuah proses pengujian dan penilaian kemampuan kerja siswa oleh lembaga resmi untuk memberikan pengakuan tertulis bahwa mereka menguasai keahlian sesuai standar industry.
“Nah, mumpung ada Bu doctor Nurul di sini, kami minta untuk difasilitasi bisa bekerjasama dengan KADIN Kota Kediri dalam kegiatan sertifikasi siswa kami,” pinta salah satu guru.

Keluahan peserta langsung direspon cepat Nurul. Tak hanya memberi respon, pihaknya juga siap menfasilitasi dengan KADIN Kota Kediri untuk kegiatan tersebut, sehingga siswa MAN Kota Kediri bisa memiliki sertifikasi resmi sebagai bukti kelayanan kemampuan yang bisa diterima di dunia kerja. “Silahkan bagi madrasah lain yang juga ingin difasilitasi,” tantang Nuru seraya menyodorkan sejumlah program pemerintah yang bisa disinergekan. (*)