
Lamongan (28/10/2026) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 di MAN 1 Lamongan berlangsung tertib dan lancar. Memasuki hari ketiga pelaksanaan gelombang pertama, panitia terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan peserta didik dapat mengikuti asesmen dengan nyaman. TKA di MAN 1 Lamongan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada tanggal 26–29 Oktober 2026, diikuti peserta didik kelas XII A hingga XII G serta XII N. Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan pada 2–5 November 2026 untuk kelas XII H hingga XII M.
Ketua pelaksana TKA sekaligus Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Suliswanto, S.Pd., menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan asesmen berjalan dengan baik. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran kegiatan, mulai dari memastikan kesiapan peserta didik, perangkat komputer, jaringan internet, hingga koordinasi panitia dan pengawas.
“Alhamdulillah, sampai hari ketiga ini, pelaksanaan TKA di MAN 1 Lamongan secara umum berjalan dengan baik, tertib, dan lancar. Kami terus melakukan pemantauan agar peserta didik dapat mengikuti TKA dengan nyaman dan tertib,” ungkap Suliswanto.
Meski demikian, pelaksanaan TKA tidak sepenuhnya lepas dari kendala teknis. Pada hari kedua sesi pertama, terjadi gangguan server yang menyebabkan beberapa peserta didik tidak dapat mengirimkan jawaban pada bagian survei. Panitia menyampaikan bahwa peserta yang terdampak akan mengikuti ujian susulan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Salah satu faktor pendukung kesuksesan TKA adalah kesiapan teknis. Karena itu, simulasi, gladi bersih, dan koordinasi antarpanitia telah dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengatasi berbagai kendala yang mungkin terjadi. Apabila muncul kendala, penanganan oleh panitia diupayakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Di samping aspek teknis, kesiapan mental peserta didik juga menjadi perhatian. Suasana ujian yang kondusif, kedisiplinan, serta pengawasan yang profesional diperlukan agar peserta didik dapat mengerjakan soal secara mandiri dan optimal. Dengan demikian, hasil asesmen diharapkan benar-benar menggambarkan kemampuan akademik masing-masing peserta didik.

Suliswanto menambahkan, pelaksanaan TKA tahun ini menjadi pengalaman berharga bagi madrasah. Pengalaman penyelenggaraan pada tahun sebelumnya menjadi bekal untuk mematangkan persiapan, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan selama asesmen berlangsung. Namun, keberhasilan TKA tidak semata-mata diukur dari kelancaran pelaksanaan. Lebih dari itu, hasil asesmen diharapkan dapat memberikan gambaran objektif tentang capaian akademik peserta didik sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Harapan serupa disampaikan juga oleh Kepala MAN 1 Lamongan, Hj. Nur Endah Mahmudah, S.Ag., M.Pd.I. “Kami berharap seluruh rangkaian TKA dapat diselesaikan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta didik maupun madrasah,” ungkapnya. Kepala MAN 1 Lamongan juga berpesan agar seluruh peserta didik mengikuti asesmen dengan tertib, tenang, percaya diri, dan menjunjung tinggi kejujuran sesuai dengan kemampuan masing-masing tanpa merasa terbebani oleh hasil yang akan diperoleh.
Bagi MAN 1 Lamongan, TKA bukan sekadar agenda asesmen akademik, melainkan juga momentum untuk melihat kembali proses pembelajaran yang telah berlangsung. Hasilnya diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan langkah perbaikan, sehingga layanan pendidikan di madrasah semakin berkualitas dan mampu mendukung perkembangan potensi setiap peserta didik. Dengan persiapan yang terus diperkuat dan koordinasi yang terjaga, MAN 1 Lamongan berkomitmen mengawal pelaksanaan TKA hingga seluruh rangkaian selesai. Harapannya, asesmen ini tidak hanya menghasilkan gambaran capaian akademik, tetapi juga mendorong perbaikan mutu pembelajaran yang berkelanjutan [Humas Manela].