Kamis, 23 Sep 2021
  • Agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta. Dan ilmu pengetahuan tanpa agama adalah lumpuh.

Luar Biasa! Webinar SKI Membludak, Tembus 1.000 Peserta

Share Agar Bermanfaat!!

Jakarta-Kegiatan Webinar Nasional Mata Pelajaran (Mapel) SKI berjalan sukses, Kamis (2/9/2021). Lebih dari 1.000 peserta ikut, bahkan zoom meeting milik GTK Madrasah Kemenag RI sampai tidak mampu menampung lagi akibat membludaknya jumlah peserta yang ingin ikut join meeting. Tetapi untungnya, ada youtube channel GTK Madrasah Kemenag RI yang juga menyiarkan langsung kegiatan webinar tersebut, sehingga peserta yang tidak bisa bergabung, bisa mengikuti lewat saluran youtube.

“Saya akui, kegiatan ini (Webinar Nasional Mapel SKI) luar biasa,” aku Direktur GTK Madrasah Kemenag RI, Dr H. Muhammad Zain, M.Ag memuji saat menutup kegiatan.

Ya, memang luar biasa kegiatan Webinar Nasional Mapel SKI. Dan baru kali ini, kegiatan Webinar ini sampai tembus lebih dari 1.000 peserta. Tanda-tanda membludaknya jumlah peserta memang sudah tampak dari awal, karena sebelum dibuka, link zoom meeting sudah banyak peserta yang masuk dari seluruh Indonesia.

Hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara webinar, Direktur GTK Kemenag RI, Dr. H. Muhammad Zain, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua peserta kegiatan webinar nasional SKI sekaligus banyak memberikan wawasan tentang Sejarah Kebudayaan Islam. Beliau mengajak semua guru untuk banyak meng-update informasi sejarah dengan melengkapi bacaan yang berkualitas agar kita tidak buta sejarah, salah satu buku yang bisa dijadikan referensi yaitu karangan Ibnu Khaldun yang sangat berbobot. Buku tersebut memaparkan pemisahan antara mitos dan fakta sejarah. Sehingga sangat layak dibaca untuk melengkapi keragaman dan keilmuan kita.

“Saya sangat bersyukur melihat kegiatan ini, yang menghadirkan narasumber hebat-hebat, sehingga banyak menarik peserta.  Karena tidak mudah untuk bisa menahan seribu orang untuk tetap di acara hingga selesai dan ternyata ini bisa. Luar biasa,” puji dia.

Sekedar diketahui, webinar Nasional mapel SKI  ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai daerah di tanah air. Mereka adalalah mantan guru SKI yang kini menjadi Kepala Seksi Pendma Kemenag Kota Yogyakarta, Elfa Tsuroyya, S.Ag., M.Pd.I, M.Pd, Roudlon, S.Ag, M.Pd dari MAN 1 Lamongan, Moh Sulaiman, S.Pd.I., M.Pd dari MAN 2 Cilacap, dan Mochamad Subhan, M.Hum dari MTsN 39 Jakarta. Kegiatan yang dimoderatori Barizah Fajriyah Arief, M.Pd.I dari MTs N 2 Pacitan yang juga Ketua MGMP SKI Pacitan ini makin terlihat istimewa karena Direktur GTK Kemenag RI, Dr. H. Muhammad Zain, M.Ag terus mengikuti kegiatan ini, bahkan beliau bukan hanya membuka acara, tetapi juga minta sekaligus menutup acara. Luar biasa.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber Elfa Tsuroyya memberikan materi tentang Internalisasi Nilai-nilai moderasi beragama dalam materi SKI. Kasi Pendma Kemenag Kota Yogyakarta ini mengharapkan agar guru SKI mampu menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai moderasi beragama dalam semua materi SKI. Sebagai contoh, lanjut Elfa, bisa menginternalisasikan nilai tatawwur wa ibtikar (dinamis dan inovatif) pada materi pembaharuan dalam Islam, sehingga peserta didik dapat mengambil ibrah dari munculnya pembaharuan dalam dunia islam untuk dijadikan bekal menghadapai kehidupan yang sangat dinamis ini.

“Begitu juga dengan nilai-nilai moderasi beragama yang lain seperti as-syura bisa kita internalisasikan dalam materi pemilihan khulafaurrasyidin, tasamuh dapat diinternalisasikan dlm materi Walisongo dan lain sebagainya,”jelas Elfa.

Sementara itu, narasumber lainnya, Roudlon, S.Ag, M.Pd yang membawakan materi Pembelajaran Digital menyampaikan bahwa pembelajaran digital di abad ke-21 menjadi sebuah keniscayaan bagi guru SKI bila tidak ingin tergilas oleh zaman. Karena itu, guru SKI saat ini perlu untuk terus meningkatkan diri, meningkatkan kecakapan abad ke-21. Apa itu kecapakan abad ke-21? sambil menyitir pendapat pakar pendidikan, Binkley dalam bukunya Assessment and Teaching of 21st Century Skills (2018), kecapakan abad ke-21 yang dimaksudkan secara global dijabarkan dalam 4 kategori, yakni: Pertama:  Cara berpikir, yang meliputi Kreatifitas dan inovasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan belajar untuk belajar; Kedua : Cara untuk bekerja: meliputi Berkomunikasi dan bekerja sama; Ketiga: Alat untuk bekerja: meliputi Pengetahuan umum dan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi; Keempat :  Cara untuk hidup: meliputi karir, tanggung jawab pribadi dan social termasuk kesadaran akan budaya dan kompetensi.

“Keempat cakupan itu bisa dijadikan sebagai guidance di dalam meningkatkan arah kecakapan di tengah arus digital era revolusi industry 4.0 saat ini,” tegas Roudlon yang juga Sekretaris MGMP SKI Provinsi Jawa Timur ini.

Dan harus diakui, lanjut guru mapel SKI MAN 1 Lamongan ini, kita masih kriisis terhadap kecakapan yang harus dimiliki di abad ke-21 ini, sehingga banyak pihak menyerukan dan menggaungkan kecakapan abad ke-21 baik pada peserta didik, maupun para pendidik itu sendiri. Dan harus diakui juga bahwa kecakapan abad 21 sendiri secara khusus muncul karena realitas pendidikan global belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan output pendidikan era digital. Paradigma belajar yang terbentuk pada umumnya lebih cenderung diarahkan untuk berkompetisi. Para pendidik tanpa sadar, mengajari dan mendidik mereka suka bersaing tapi lupa kerjasama. Realitas itu mengharuskan pendidik menghadirkan konten pembelajaran kolaboratif untuk benar-benar menyiapkan anak didik menghadapi realitas abad 21 yang serba digital. Konten pembelajaran abad 21 ini kemudian kita kenal dengan istilah 4C; Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation.

“Dan untuk mewjudkan itu, kemampuan digital guru sangat mutlak dibutuhkan untuk menciptakan kreativitas dalam belajar,” jelas dia serya menunujukan cara mudah membuat aplikasi untuk mendukung pembelajaran berbasis digital seperti pada link :https://mapelskix.glideapp.io/

Pada giliran berikutnya, nara sumber Moh Sulaiman, S.Pd.I., M.Pd dari MAN 2 Cilacap membawakan matreri tentang Penguatan Literasi Dalam Pembelajaran SKI. Sulaiman mengatakan dengan mengutip pendapat Wiedarti & Kisyani (2016), bahwa literasi merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis dan berbicara. Pengintegrasi literasi dalam pembelajaran bisa dilakukan dengan banyak hal seperti melalui pemilihan tema dan model pembelajaran,” jelas Sulaiman yang juga Ketua MGMP SKI Banyumas.

Sementara itu, nara sumber Mochamad Subhan, M.Hum dari MTsN 39 Jakarta menyampaikan materi tentang  kecakapan pembelajaran abad-21 dalam mapel SKI. Menurut Subhan, ada 12 kecakapan yang perlu dikuasai siswa untuk sukses di abad 21. Di antara kecakapan itu adalah critical thinking, creativity, collaboration, dan media literacy. “Dan itu, maka dibutuhkan keterampilan belajar, keterampilan literasi, dan keterampilan hidup dan berkarier,”tegasnya. (roudlon)

Download Materi Webinar SKI, klik di sini :

 https://drive.google.com/drive/folders/1n_fbtARgBVQt3l4z_t89-23_wbTz2-9v?usp=sharing


Share Agar Bermanfaat!!

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR