Jumat, 19 Apr 2024
  • VISI MAN 1 LAMONGAN : "MADRASAH UNGGUL DALAM PRESTASI, TERAMPIL, BERAKHLAKUL KARIMAH DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN”

Peringati Hari Gizi, UKS MAN 1 Lamongan Bagi-Bagi Ribuan Susu

Share Agar Bermanfaat!!

Lamongan-Siswa MAN 1 Lamongan kembali ikut menyemarakkan peringatan Hari Gizi Nasional, Jumat (4/2/2022). Dimotori para siswa yang tergabung dalam pengurus Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) MAN 1 Lamongan, kegiatan peringatan Hari Gizi Nasional dilakukan dengan bagi-bagi susu dan tablet penambah darah untuk seluruh siswa dan dewan guru.

Di bawah bimbingan Pembina UKS MAN 1 Lamongan Diah Andayani, S.Pd, pengurus UKS membawa kardus berisi susu dan tablet penambah darah untuk siswa, guru dan karyawan madrasah sebanyak 1.381 susu. Ribuan susu itu dibagi-bagikan ke masing-masing kelas, meski ada kegiatan pembelajaran berlangsung. Para guru yang sedang mengajar terlihat tidak terganggu, bahkan memberikan dukungan dan support atas aksi simpatik para pengurus UKS.

Baca jugaPPDB 2022 MAN 1 Lamongan Jalur Khusus dan Umum Segera Dibuka

Diah Andayani, S.Pd menyampaikan bahwa saat ini merupakan peringatan Hari Gizi Nasional. Sebagai bentuk kepedulian, UKS memiliki program melakukan aksi dengan membagi-bagikan minuman susu dan tablet penambah darah agar tidak mengalami kekurangan gizi. “Susu ini baik karena mengandung banyak nutrisi yang baik. Ayo diminum, biar kalian tidak kekurangan gizi,” pinta Diah yang juga guru BK MAN 1 Lamongan pada para siswa.

Lebih lanjut, Diah menyampaikan kegiatan peringatan hari gizi perlu digalakkan karena Indonesia sendiri dalam skala lebih luas, masih menghadapi masalah kesehatan di bidang gizi. “Masalah gizi yang dihadapi Indonesia bukan hanya kekurangan gizi atau gizi buruk, tapi juga masalah gizi ganda atau kelebihan gizi,” jelas dia.

Persoalan besar gizi yang dihadapi Indonesia, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan juga terjadi di MAN 1 Lamongan. Apalagi, siswa MAN 1 Lamongan yang berjumlah sekitar 1.300-an anak berasal dari berbagai kalangan ekonomi, termasuk dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Banyak juga siswa, kata dia, yang sehari-hari hidup di pondok dan kost, jauh dari orang tua.

“Dengan kondisi seperti ini, mereka rentan menghadapi persoalan gizi karena tidak ada kontrol dari orang tua mengenai asupan makanannya,” tutur dia.

Terlebih lagi, tambah dia, kegiatan madrasah sendiri sangat padat, sehingga tidak menutup kemungkinan ada siswa yang melupakan kebutuhan akan makannya. Bila kondisi ini tidak segera ada solusinya dan mengalami kekurangan gizi, akan berpengaruh pada prestasi. “Karena secara logika, semakin banyak kegiatan, energi yang diperlukan juga akan semakin tinggi. Bila asupan gizinya tidak diperhatikan, maka akan menyebabkan kekurangan gizi dan prestasinya akan ikut menurun,” jelas dia. (roudlon)


Share Agar Bermanfaat!!
KELUAR