
Prestasi membanggakan diukir oleh Suharsono, AQS, guru Bahasa Indonesia MAN 1 LAMONGAN yang berhasil terpilih sebagai salah satu penulis nasional dalam ajang bergengsi pemecahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) bersama Gol A Gong (Duta Baca Indonesia). Acara ini merupakan gerakan literasi besar-besaran bertajuk penulisan cerpen bertema anti-korupsi yang diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia.Lolosnya Suharsono dalam seleksi ketat ini menempatkan dirinya sebagai bagian dari jajaran penulis terpilih yang karyanya dinilai memiliki bobot edukasi dan kreativitas tinggi.

Event yang diinisiasi sebagai bentuk kampanye integritas melalui karya sastra ini menarik minat ribuan pendaftar, mulai dari penulis profesional, pendidik, hingga pegiat literasi. Dari ribuan naskah yang masuk, tim kurator melakukan seleksi ketat untuk memilih karya-karya terbaik yang akan dibukukan sekaligus mencatatkan sejarah baru di MURI.”Ini bukan sekadar menulis cerita, tetapi tentang bagaimana kita menyuarakan kejujuran dan nilai-nilai integritas kepada generasi mendatang melalui bahasa yang ringan namun menyentuh,” ujar Suharsono di sela kesibukannya sebagai pengajar di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lamongan.Suharsono, AQS dikenal sebagai sosok yang aktif dalam dunia literasi yang keberhasilannya menembus seleksi nasional ini menjadi bukti kualitas tulisan dan kedalaman pemikirannya dalam memotret fenomena sosial, khususnya mengenai urgensi pemberantasan korupsi di tanah air.

Karya cerpen yang ditulisnya berhasil memikat hati para juri karena mampu mengemas pesan moral yang kuat tanpa terkesan menggurui.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi penulis lokal lainnya untuk terus berkarya di kancah nasional.Pencapaian Rekor MURIdan pengukuhan Rekor MURI ini menjadi momentum besar bagi dunia literasi Indonesia. Buku kumpulan cerpen anti-korupsi yang memuat karya Suharsono, AQS bersama penulis terpilih lain, nantinya akan didistribusikan sebagai bahan referensi penguatan karakter bagi masyarakat luas.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas lolosnya Bapak Suharsono, AQS sebagai penulis dalam event pemecahan rekor MURI ini. Ini bukan sekadar prestasi pribadi, tapi juga kado indah bagi MAN 1 Lamongan,” ujar Nur Endah Mahmudah dalam pernyataannya ( Humas Manela)