Gelar Workshop, MAN 1 Lamongan Bekali Aplikasi Perangkat Pembelajaran Abad 21

WORKSHOP PENYUSUNAN RPP Plt Kepala Kemenag Drs H. Sunhaji, MA (tengah) membuka acara workshop penyusunan perangkat pembelajaran didampingi Kepala MAN 1 Lamongan Drs Akhmad Najikh, M.Ag (kiri) dan Drs Sarjono, M.Pd (kanan) di aula MAN 1 Lamongan

Lamongan-Di tengah masa pandemi covid-19, MAN 1 Lamongan terus bekerja keras untuk tetap bisa merealisasikan program-program kerja untuk meningkatkan menjadi madrasah berkualitas. Salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah kegiatan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Tahun Pelajaran 2021/2022. Kegiatan ini digelar untuk memberikan pembekalan sekaligus penguatan bagi para guru untuk menyiapkan perangkat yang inspiratif, innovatif, dan aspiratif berbasis HOTS sesuai dengan tuntutan zaman abad ke-21 di era industry 4.0.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh plt Kepala Kemenag Kabupaten Lamongan, Drs H. Sunhaji, MA diadakan dengan menghadirkan dua narasumber. Mereka adalah Drs Sarjono, M.Pd dan Dra Hj. Ida Syafiaturohmah, M.Pd.I. Dalam sambutannya, Sunhaji menyambut baik kegiatan yang dinilai sangat baik ini. Menurut orang nomor satu Kemenag Kabupaten Lamongan ini, apa yang dilakukan MAN 1 Lamongan ini merupakan sebuah terobosan baik agar MAN 1 Lamongan tetap bisa leading di antara madrasah lainnya.

“Kita harus terus mempertahankan prestasi dan prestise MAN 1 Lamongan,” tegas Sunhaji beri semangat pada para guru yang mengikuti kegiatan.

Dalam kesempatan itu, Sunhaji juga mengingatkan pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) yang akan dilaksaakan dalam waktu dekat ini. Tetapi dirinya yakin dan percaya bahwa MAN 1 Lamongan sudah siap menghadapi pelaksanaan UM yang akan digelar pada 15 Maret 2021 ini. Meski begitu, dirinya mengakui bahwa mendadaknya pelaksanaan UM ini jadi gambaran betapa banyaknya perubahan dan persoalan yang harus dihadapi madrasah sebagai institusi pendidikan di bawah nauangan Kemenag belakangan setelah Mendikbud Nadiem Makarim mencanangkan Merdeka Belajar.

ANTUSIAS. Para guru MAN 1 Lamongan dengan antusias mengikuti kegiatan workshop penyusunan perangkat pembelajaran di aula MAN 1 Lamongan

Dari merdeka belajar ini, lanjut dia, ada beberapa pola dan proses akan dirubah yang mungkin nanti ke depan akan ada belajar di kelas tetapi pelaksaannnya dilakuakan di luar kelas. Dan hal tersebut sebenarnya jauh-jauh hari sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberi signal untuk mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja dari rumah atas dasar efisiensi anggaran. “Dan ternyata sekarang apa yang disampaikan presiden itu benar-benar jadi kenyataan begitu ada pandemi covid-19 seperti sekarang ini,” tutur dia.

Terkait pelaksaan UM, Sunhaji mengingatkan bahwa UM ini merupakan test case bagi madrasah karena diberi kewenangan secara utuh untuk mengembangkan proses pembelajaran, mulai dari membuat soal hingga penilaiannya. “Apakah kita siap atau tidak, test case nya ada di UM (Ujian Madrasah) ini,” tegas dia.

Karena itu, dirinya mendorong guru untuk benar-benar menyiapkan diri dan mensukseskan ujian madrasah ini. Pihak kemenag sendiri, kata dia, dalam Renstra 2020, melalui Dirjen Pedis telah melakukan banyak pola untuk meningkatkan mutu pendidikan, mulai adanya uji komptenesi bagi guru, juga assessment. Kemenag juga telah mengupayakan melalui organisasi profesi di madrasah seperti MGMP dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.

Di tempat sama, Kepala MAN 1 Lamongan Drs Akhmad Najikh, M.Ag mengatakan kegiatan ini merupakan realisasi program bidang kurikulum yang ada di RKTM 2021. Kegiatan ini, lanjut dia, dilaksanakan dalam rangka untuk mempersiapkan tahun pelajaran 2021/2022, termasuk untuk penyusunan perangkat pembelajaran. “Setelah ini nanti, tim pengembang kurikulum melakukan review kurikuluim, sehingga menjadi buku II dan III,” tutur dia.

Hal sama juga disampaikan Waka Kurikulum MAN 1 Lamongan Suminto, M.Pd. Menurut dia, kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan semua program kurikulum bisa terselesaikan dalam waktu dekat ini. “Harapan kami, program ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa memberi manfaat bagi kita semua,” tegas Suminto.

Sementara itu, salah satu nara sumber Drs Sarjono, M.Pd menyampaikan materinya. Pengawas bina MAN 1 Lamongan ini memberikan materi penyusunan perangkat pembelajaran. Yang menarik, Sarjono tidak hanya sekadar memberikan bimbingan penyusunan perangkat, tetapi juga memberikan aplikasi terbaru. “Dengan aplikasi ini, saya harap guru sudah tidak direpotkan lagi masalah-masalah admintrasi perangkat pembelajaran, sehingga energinya bisa dicurahkan untuk mengajar anak didik,” ucap Sarjono.

Apa yang disampaikan Sarjono memang sangat beralasan karena aplikasi yang diberikan tersebut sudah memuat mulai dari kalender pendidikan, penentuan pekan dan hari efektif, hingga prota (program tahunan) dan promes (program semester). Bahkan, juga sampai pada penilaian dan jurnal mengajar yang bisa dihasilan secara otomatis dengan aplikasi tersebut. Sehingga dengan aplikasi itu, guru tinggal memasukkan KI da KD, juga data yang dibutuhkan lainnya. (roudlon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *