Selasa, 18 Jun 2024
  • VISI MAN 1 LAMONGAN : "MADRASAH UNGGUL DALAM PRESTASI, TERAMPIL, BERAKHLAKUL KARIMAH DAN BERBUDAYA LINGKUNGAN”

Songsong Kurikulum Merdeka, MAN 1 Lamongan Gelar Workshop

Share Agar Bermanfaat!!

Lamongan-MAN 1 Lamongan terus berbenah. Terakhir, madrasah yang berada di Jalan Veteran ini menggelar kegiatan Workshop Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah bagi Guru di MAN 1 Lamongan, Sabtu (04/06/2022). Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah madrasah menyiapkan sedini mungkin terhadap berbagai perubahan dan dinamika yang begitu cepat di dunia Pendidikan, termasuk perubahan kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka.

Tidak main-main,  madrasah mengundang langsung Kasi Kurikulum pada Subdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK, Dr. Suwardi yang selama ini menggawangi rencana pelaksanaan kurikulum Merdeka di lingkungan Kemenag RI. “Alhamdulillah ini takdir, biqodarullah. Kalau Allah sudah berkehendak meski tanpa terencana beliau (Dr Suwardi), bisa hadir di sini. Sehingga kita bisa belajar langsung dengan beliau tentang Kurikulum Merdeka,”  ungkap Kepala MAN 1 Lamongan Nur Endah Mahmudah, S.Ag, M.Pd.I penuh senang dalam sambutannya.

Baca jugaGelar Workshop, MAN 1 Lamongan Bekali Aplikasi Perangkat Pembelajaran Abad 21

Bagi Nur Endah Mahmudah, rencana pemerintah menerapkan kurikulum merdeka ini memang perlu untuk disikapi. Dan dirinya yakin jajaran civitas akademika MAN 1 Lamongan tidak pernah kaget dengan perubahan itu apalagi bingung. Dan perubahan kurikulum, lanjut mantan Kepala MTs Negeri 2 Lamongan ini, harus disadari merupakan wujud dinamika yang terjadi di dunia pendidikan. Dan itulah fakta dunia pendidikan karena dunia anak didik akan terus berubah. Sehingga dinamisasi pendidikan akan terus berjalan sesuai kebutuhan anak didik.

“Orang yang mampu survive adalah orang yang mampu beradaptasi, mengikuti perubahan. Kalau bapak ibu bingun maka pendidikan tidak akan tersampaikan ke anak didik,” tegas dia.

Sementara itu, Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Lamongan Drs Masduki Yasin, M.Pd berharap kegiatan ini menjadi support untuk mengantarkan madrasah bermartabat dan berprestasi. Dia berharap kegiatan ini bisa memberikan pencerahan pada civitas akademika MAN 1 Lamongan terhadap konsep dan implemetasi kurikulum merdeka. Apalagi KMA nomor 347/2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada madrasah juga sudah keluar. “Namun ada atau tidaknya kebijakan perubahan kurikulum merdeka, sejatinya kurikulum adalah bagaimana inovasi ada di dalamnya. Itu yang yang harus kita pegangi,” tutur Masduki.

Baca jugaRaih Juara II Nasional, Siswi MAN 1 Lamongan Dapat Beasiswa Kuliah 

Sementara itu, Kasi Kurikulum pada Subdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK, Dr. Suwardi menjelaskan Kemenag RI telah menyiapkan regulasi untuk implementasi Kurikulum Merdeka yang dituangkan dalam KMA nomor 347/2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka. Namun untuk tahun 2022 ini, kurikulum merdeka tersebut tidak langsung diterapkan di seluruh madrasah di lingkungan Kemenag. Sehingga, dalam praktiknya nanti akan ada dua kurikulum diterapkan di lingkungan marasah, yakni kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. “Penerapan kurikulum ini sifatnya bukan dipaksa, tetapi berdasar kesadaran madrasah. Karena itu, kita akan mendata madrasah yang siap untuk dijadikan sebagai pilot project implementasi kurikulum merdeka dan di-SK-kan,” tutur mantan Kepala MAN Insan Cendekia Serpong ini.

Lulusan doctor Manaj Pendidikan UNJ ini lebih lanjut menjelakan bahwa dalam penerapan kurikulum merdeka nanti, madrasah menerapkan 100% kurikulum mata pelajaran umum dari Kemendikbudristek, dengan penambahan mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab yang menjadi ciri khas madrasah (Alquran-Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam). Dan untuk madrasah yang menerapkan kurikulum 2013, maka struktur Kurikulumnya mengacu pada KMA 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah. Adapun madrasah yang menerapkan kurikulum merdeka, struktur kurikulumnya mengacu pada KMA Nomor 347 Tahun 2022 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah.

Dalam kurikulum merdeka, kata dia, nanti bentuknya akan disederhanakan dan bersifat lebih fleksibel sehingga selaras dengan semangat kemandirian madrasah. Pemerintah menetapkan kurikulum minimum, prinsip pembelajaran dan asesmen, madrasah dapat mengembangankan program dan kegiatan tambahan sesuai visi, misi dan sumber daya yang tersedia. Sehingga madrasah dan pendidik memiliki keleluasaan untuk mengorganisasikan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa dan konteks lokal.

Dia juga menegaskan yang menetapkan Kurikulum Merdeka adalah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Namun yang mengatur kebijakan implementasi kurikulum merdeka di madrasah adalah Kementerian Agama. Dalam pengaturannya, kata dia, tentu akan dilakukan adaptasi sesuai pengembangan kekhasan nilai-nilai madrasah dan kebutuhan pembelajaran di  madrasah.

Dan apa yang dicita-citakan dalam kurikulum merdeka, kata dia, sebenarnya sudah diterapkan lama madrasah. Paling tidak itu terlihat dari beberapa moto yang dibuat oleh Kemenag RI mulai dari moto “Lebih baik madrasah, Madrasah lebih baik, Madrasah Hebat Bermartabat, hingga moto Madrasah Mandiri berprestasi. “Ini sebenarnya ruh kurikulum merdeka, yang ini memiliki kemandirian,” ucap dia. (roudlon).

Foto-foto: Arif Syamsuddin


Share Agar Bermanfaat!!
KELUAR