
Lamongan, 25 Juli 2025 — MAN 1 Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan yang terbuka dan partisipatif dengan meluncurkan program “Bincang Santai Kepala Madrasah dengan Siswa”. Kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap Jumat keempat setiap bulannya, dilaksanakan seusai kegiatan Senam Ceria yang diikuti seluruh civitas akademika madrasah.
Program ini resmi dimulai hari ini dengan melibatkan seluruh siswa kelas X sebagai peserta pertama. Kegiatan akan dilanjutkan secara bergiliran oleh kelas XI dan XII di bulan-bulan berikutnya. Dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, siswa diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi, kritik membangun, dan harapan mereka secara langsung kepada Kepala MAN 1 Lamongan, Hj. Nur Endah Mahmudah, S.Ag., M.Pd.I.
Kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi langsung mengenai kondisi kelas, kebutuhan pembelajaran, serta memperkuat kontrol dan perhatian kepala madrasah terhadap proses belajar-mengajar dan fasilitas di setiap ruang kelas.
Dalam sambutannya, Hj. Nur Endah Mahmudah mengapresiasi semangat para siswa yang aktif menyampaikan pendapat dan ide-ide mereka untuk kemajuan madrasah.
“Saya sangat bangga melihat keberanian dan kepedulian siswa terhadap lingkungan belajarnya. Program ini bukan hanya sebagai forum curhat, tetapi sebagai bentuk kerja sama antara siswa dan madrasah untuk membangun kualitas pendidikan yang lebih baik. Setiap suara akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan yang nyata,” ujar
Salah satu siswa yang turut menyampaikan aspirasi adalah Prabu Paring Luhunging Abdi dari kelas X G. Ia menilai kegiatan ini sebagai terobosan positif yang membuat siswa merasa dihargai.
“Saya merasa senang karena bisa bicara langsung dengan Ibu Kepala Madrasah. Kami menyampaikan bahwa kelas kami butuh penambahan kipas angin dan alat tulis yang lebih memadai. Ini bentuk kepedulian kami juga terhadap kenyamanan belajar. Semoga semua masukan bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Prabu.
Berbagai masukan disampaikan siswa, mulai dari kondisi ventilasi kelas, papan tulis yang sudah usang, kebutuhan alat peraga, hingga harapan adanya peningkatan kegiatan ekstrakurikuler dan pelatihan soft skill. Semua aspirasi dicatat dengan baik oleh tim manajemen madrasah untuk ditindaklanjuti sesuai skala prioritas.
Program ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pimpinan madrasah dan peserta didik. Dengan mendengarkan langsung dari siswa, pihak madrasah dapat menjalankan perbaikan dan pengembangan yang tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan. (Humas Manela)