Diikuti 1.047 Peserta, M2F MAN 1 Lamongan 2020 Mencapai Rekor

0
510
PEMBUKAAN M2F 2020. Ketua OSIS MAN 1 Lamongan, Panji Dani Ramadhan menjadi komandan dalam pembukaan M2F VI MAN 1 Lamongan 2020 di halaman MAN 1 Lamongan

Lamongan-Pelaksanaan Manela Maulid Festival ke-6 (M2F VI) MAN 1 Lamongan 2020 berhasil mencapai rekor. Ya, ini karena jumlah peserta yang ikut dalam pembukaan, Minggu (23/2/2020) tembus sampai 1.047 peserta. Tentu, jumlah ini jauh dari ekspektasi kerana M2F sebelum-sebelumnya hanya diikuti sekitar 800-an peserta.

“Bila kalian memang ingin masuk MAN 1 Lamongan, pilihan kalian tidak salah karena MAN 1 Lamongan merupakan sekolah Internasional yang sudah terkenal seantero jagad Internasional,” tegas Kepala Kemenag Lamongan, HM. Sholeh AZ saat membuka acara M2F VI 2020 di halaman MAN 1 Lamongan, Minggu (23/2/2020).

Kepala Kemenag Lamongan, HM. Sholeh AZ

Lebih lanjut di hadapan ribuan peserta dan orang tua serta guru yang mendampingi mereka, orang nomor satu di lingkungan Kemenag Lamongan ini menyampaikan bahwa MAN 1 Lamongan merupakan salah satu madrasah favorit di Jawa Timur. Sebagai pimpinan Kemenag Lamongan, dirinya merasa bangga melihat perkembangan MAN 1 Lamongan. “Apalagi, setiap tahunnya, sebagian besar lulusan MAN selalu diterima di PTN-PTN ternama di tanah air. Jadi, tidak rugi bila kalian masuk sini,” jelas Sholeh.

Karena itu, saran dia, dirinya berharap pada peserta untuk memanfaatkan moment M2F ini untuk bisa masuk ke MAN 1 Lamongan karena para pemenangnya nanti akan mendapatkan golden ticket. Dengan golden ticket itu, maka akan bisa diterima di MAN 1 Lamongan tanpa mengikuti seleksi tes. Namun begitu, dirinya berharap pada semua peserta untuk bermain fair play.

Baca juga diBakal Meriah, M2F MAN 1 Lamongan 2020 Diikuti Seribu Peserta

“Kalau kalah dalam kompetisi ini, jangan marah. Bagi yang menang, bersyukurlah,” harap dia menasihati seraya mempersilakan peserta menikmati sarana dan fasilitas di madrasah, mulai kantin apung hingga gazebo yang ada di setiap sudut madrasah.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Lamongan, Akhmad Najikh menambahkan bahwa tujuan diadakanya M2F ini salah satunya adalah untuk mencari bibit unggul yang akan direkrut menjadi siswa MAN 1 Lamongan. Karena itu, lanjut Najikh, panitia memberikan golden ticket bagi para juara. “Mereka yang dapat golden ticket, akan bisa diterima di MAN 1 Lamongan tanpa tes,” ujar Akhmad Najikh.

Kepala MAN 1 Lamongan, Akhmad Najikh

Golden ticket memang menjadi magnet tersendiri bagi para peserta. Bahkan, para orang tua yang ikut mendampingi putra-putrinya pun berharap-harap cemas bisa mendapatkan golden ticket tersebut. Dari sejumlah orang tua yang ditemui, rata-rata menginginkan anaknya bisa masuk ke MAN 1 Lamongan. Salah satunyaa adalah Suyanto, pejabat Lapas Lamongan yang datang bersama istrinya untuk dampingi putrinya (siswi SMP Negeri 3 Sugio)  ikut lomba. “Saya berharap sekali anak saya dapat golden ticket dan bisa diterima di MAN sini,” aku Suyanto.

Mengapa ingin masuk ke MAN 1 Lamongan? Suyanto lalu mengaku dirinya adalah salah satu pegawai Lapas Lamongan, yang tahu betul bagaimana penghuni penjara di sana. Sebagian merupakan anak-anak muda, bahkan tidak sedikit dari mereka merupakan pelajar. Rata-rata dari mereka masuk ke dalam penjara karena factor kenakalan. “Jadi, saya ngeri bila melihatnya. Betapa kenakalan remaja sudah sangat mengkhawatirkan, dan mereka bisa seperti itu karena landasan agamanya sangat kurang,” tutur dia.

Baca juga diLomba M2F MAN 1 Lamongan 2020 Berhadiah Total 25 Juta

Suyanto, salah satu orang tua peserta

Makanya, lanjut dia, dirinya ingin anaknya masuk ke MAN 1 Lamongan biara juga bisa dapat pelajaran agama yang sangat penting bagi pondasi pembentukan pribadinya, selain juga ilmu umum. “Dan sekolah seperti MAN ini sangat pas di era kenakalan remaja saat ini,” tegas dia.

Pihak panitia akan memberikan golden ticket bagi para juara 1, 2, 3, dan juga harapan 1 dan 2. Golden ticket tersebut tentu merupakan sesuatu yang berharga bagi siswa SMP dan MTs yang ingin masuk ke MAN 1 Lamongan. Karena dalam setiap PPDB MAN 1 Lamongan, jumlah peserta yang mendaftar cukup membludak, bahkan banyak yang ditolak karena kuotanya terbatas. Untuk PPDB tahun lalu misalnya, tercatat ada sekitar 500 pendaftar ditolak, karena kutotanya hanya berkisar 400 kursi.

Jenis lomba yang dipertandingkan dalam M2F ini, tambah dia, 13 Lomba akademik dan non-akademik. Dari 13 cabang perlombaan itu, enam di antaranya merupakan lomba olimpiade mata pelajaran seperti  PAI, IPA, IPS, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Tujuh lomba sisanya merupakan lomba non akademik seperti MTQ, Banjari, Kaligrafi, Cipta Baca Puisi, Pidato tiga bahasa, Hifdzul  Qur’an, dan KIR. Golden ticket diberikan pada juara di masing-masing lomba kecuali lomba Banjari. Jadi, total ada 70 golden ticket. (roudlon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here